Iran Bergabung Dengan BRICS, China Ucap Selamat, Israel Akan Takut?

Xi Jinping Presiden China telah menyampaikan ucapan selamat serta sekaligus menyambut Iran sebagai anggota penuh kelompok BRICS. (Sumber Foto : cryptorank.io)
0 0
Read Time:3 Minute, 57 Second

Xi Jinping Presiden China telah menyampaikan ucapan selamat serta sekaligus menyambut Iran sebagai anggota penuh kelompok BRICS, gabung nya iran ke dalam BRICS membuat ketegangan Teheran dan Israel.

“Presiden Xi Jinping mengucapkan selamat dan menyambut Iran untuk berpartisipasi dalam KTT BRICS pertama kalinya sebagai anggota penuh, dan menyampaikan China bersedia untuk memperkuat bekerja sama dengan Iran dalam BRICS dan kerangka kerja multilateral lainnya,” demikian menurut laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses Antara dari Beijing, China pada Kamis.

Presiden Xi mengatakan hal ini pada saat bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (23/10/2024) pada sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 BRICS di Kazan, Rusia pada 22-24 Oktober 2024.

“China juga ingin bekerja sama dengan Iran untuk lebih meningkatkan pengaruh dan suara ‘Global South’, dan mempromosikan pengembangan tatanan internasional ke arah yang lebih adil dan rasional,” tambah Xi.

Presiden Xi mengatakan bahwa Iran adalah negara dengan pengaruh regional dan internasional yang besar, serta merupakan teman dan mitra baik China.

“Dengan latar belakang percepatan perubahan global selama satu abad terakhir, kepentingan strategis hubungan China-Iran menjadi semakin jelas. Tidak peduli bagaimana situasi internasional dan regional berubah, “ungkap Xi.

Tidak peduli bagaimana situasi internasional dan regional berubah, Presiden China dengan tegas mengembangkan kerja sama persahabatan dengan iran, melindungi kedaulatan, keamanan, dan martabat nasional, lebih mendorong pembangunan ekonomi sosial mandiri.

Menjaga hubungan baik dan bersahabat dengan negara lain. China akan mendukung iran dalam meningkatkan dan memperdalam hubungan dengan kedua negara tetangga.

“China siap mendukung Iran dengan tegas dalam menegakkan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional seperti tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri, dan menjaga hak dan kepentingan sah kedua negara,” tambah Xi.

Iran adalah negara dengan pengaruh regional dan internasional yang besar, serta merupakan teman dan mitra baik China. (Sumber Foto : ekbis.sindonews.com)

Xi juga mengatakan bahwa China bermaksud untuk memperkuat pertukaran dan kerja sama dengan Iran di berbagai bidang untuk mendorong pengembangan kemitraan strategis komprehensif sehat, stabil, dan lebih bermanfaat bagi kedua bangsa.

Sementara itu, Presiden Pezeshkian mengatakan bahwa China adalah mitra kerja sama terpenting Iran, kemitraan strategis di berbagai bidang menjaga momentum pembangunan yang baik.

“Iran akan bekerja sama dengan China untuk melaksanakan rencana kerja sama komprehensif antara kedua negara, mendorong kerja sama di berbagai bidang seperti transportasi, infrastruktur, dan energi ramah lingkungan. serta mendukung pembangunan nasional Iran perdamaian dan stabilitas di kawasan ini,”ujar Pezeshkian.

Pezeshkian juga menyatakan kesiapan Iran untuk bekerja sama dengan Tiongkok untuk saling mendukung dalam isu-isu yang mempengaruhi kepentingan inti masing-masing dan bersama-sama melawan hegemoni dan intimidasi.

“Kami berterima kasih kepada China karena mendukung keanggotaan formal Iran dalam kerja sama BRICS dan berharap dapat bekerja sama dengan China dalam BRICS dan ‘platform’ multilateral lainnya,”ungakp Pezeshkian.

Kedua pemimpin negara akan bertukar cara pandang mengenai situasi saat ini di Timur Tengah dan Xi Jinping memperlihatkan khawatiran China terkait permasalahan di Timur Tengah.

“Mencapai gencatan senjata dan mengakhiri perang di Gaza adalah kunci untuk meredakan ketegangan di wilayah tersebut. Masyarakat internasional harus membentuk kekuatan gabungan untuk mendesak semua pihak terkait sungguh-sungguh menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB dan menghindari ketidakstabilan lebih lanjut di kawasan tersebut,” kata Xi.

Dalam pertemuan akan ada yang hari Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Kepala Staf Kepresiden China Cai Qi.

Dalam KTT ke-16 BRICS di Kazan, hadir para pemimpin negara-negara anggota, yaitu Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai tuan rumah, Presiden China Xi Jinping, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed, Perdana Menteri Mesir Narendra Modi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Brasil akan diwakili oleh Menteri L;uar Negeri Luiz lecker Vieira karena Presiden Lula da Silva tidak bisa menghadiri pertemuan setelah mengalami insiden di rumahnya beberapa hari lalu.

Ketegangan dengan Israel

Sementara Israel merencanakan serangan balik, Iran terus bekerja sama dengan mitra terdekatnya. Presiden Iran Pezeshkian meninggalkan Teheran menuju Rusia pada hari Selasa untuk menghadiri KTT BRICS.

Ia juga akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan rekan-rekannya dari beberapa Negara Anggota lainnya, termasuk Presiden China Xi Jinping, di sela-sela acara tersebut.

“Kami bekerja sama dengan Iran di berbagai bidang. Kami akan terus melakukannya,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada CNBC pada hari Selasa.

Ia juga mengatakan bahwa Rusia telah memulai dialog dengan semua pihak yang terlibat konflik.

Konferensi BRICS ke-16 dan Konferensi BRICS+ diselenggarakan masing-masing pada hari Rabu dan Kamis. Mengingat banyak kepala negara dan pemerintahan yang akan menghadiri Kazan, beberapa pertemuan dengan Iran direncanakan bertepatan dengan KTT tersebut.

BRICS bukanlah aliansi militer seperti Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Namun, kesatuan ekonomi ini memberi Iran jaminan yang lebih komprehensif untuk memperkuat kerja sama bilateral, termasuk dalam konteks isu Timur Tengah. Tidak ada reaksi dari Israel terhadap keanggotaan Iran.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today