Kemenlu: Keinginan Indonesia Bergabung dengan BRICS Untuk Bentuk Kebijakan Bebas dan Aktif

Keinginan Indonesia untuk bergabung dengan kesatuan ekonomi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS plus) merupakan wujud nyata kebijakan luar negeri bebas dan aktif. (Sumber Foto : RIA NOVOSTI/ALEXEI DANICHEV via BRICS RUSSIA 2024)
0 0
Read Time:1 Minute, 3 Second

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Roy Soemirat mengatakan keinginan Indonesia untuk bergabung dengan kesatuan ekonomi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS plus) merupakan wujud nyata kebijakan luar negeri bebas dan aktif.

“Ini juga merupakan perwujudan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif,” kata Roy dalam keterangan video, Sabtu (26 Oktober 2024).

Roy menyampaikan bahwa upaya Indonesia menjadi anggota BRICS akan memperkuat posisi bebas aktif yang memungkinkan Indonesia dapat berpartisipasi aktif di berbagai forum internasional tanpa harus bergabung dengan kubu manapun.

Indonesia juga ingin memperkuat kepentingan bersama dengan negara-negara berkembang dan Global south di masa mendatang. (Sumber Foto : www.thehindu.com)

Selain itu, keinginan untuk bergabung dalam BRICS juga didasari oleh penyelarasan prioritas BRICS dengan fokus Indonesia saat ini, khususnya dalam mengatasi ketahanan pangan.

“Dan ke depannya, Indonesia juga ingin memperkuat kepentingan bersama dengan negara-negara berkembang dan Global south di masa mendatang,”tambah Roy.

Pemintaan Indonesia tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Plus di Kazan, Rusia, pada Kamis (24/10/2024).

Menlu juga mengirimkan surat resmi kepada Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov sebagai bagian dari penyerahan resmi.

Selanjutnya, kerputusan anggota BRICS mengenai permohonan Indonesia tentunya akan bergantung pada mekanisme yang ada di BRICS itu sendiri,”kata Roy.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today