Yandri Susanto, selaku Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), telah menandatangani Kesepakatan Bersama dengan Amran Sulaiman, yang merupakan Menteri Pertanian (Mentan), terkait Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis Pertanian.
Ruang lingkup kesepakatan ini diantaranya adalah agar dapat terwujudnya swasembada pangan, sebuah sinergitas program pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa dan daerah tertinggal pada bidang pertanian maupun pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat desa atau petani.
Dilansir dari desapedia.id, Mendes Yandri bersyukur dengan adanya hubungan kerja sama tersebut, dikarenakan dalam mengelola Indonesia perlu adanya kolaborasi agar program ataupun target dapat tercapai.

Mendes Yandri ucapkan terima kasih kepada Zulkifli Hasan, selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan yang telah memfasilitasi kerja sama ini.
“Ini penting karena MoU yang pertama karena Menteri Pertanian dan Menteri Desa itu seperti dua sisi mata uang,” kata Mendes Yandri dalam acara Gerakan Nasional Pangan Merah Putih Menuju Swasembada Pangan di Lapangan Upacara Kementerian Pertanian, Rabu (6/11/2024) dalam laman desapedia.id.
Mendes Yandri mengungkapkan bahwa desa itu memiliki banyak potensi termasuk pangan maka dengan adanya penandatanganan kerja sama ini diharapkan bisa mendorong Swasembada Pangan.
Mendes Yandri menjelaskan bahwa anggaran Dana Desa dari 2015 hingga 2024 mencapai Rp609 Triliun. Pada tahun 2023 mencapai Rp70 Triliun dan di tahun 2025 mencapai Rp71 Triliun.
Mendes Yandri mengungkapkan bahwa minimal 20 persen dari Dana Desa tersebut akan difokuskan untuk Ketahanan Pangan serta Swasembada Pangan.
Diktahui bahwa Mendes Yandri mempunyai mimpi agar masing-masing desa dapat memiliki keunggulan, oleh sebab itu, dengan adanya kerja sama yang dilakukan dengan Kementerian Pertanian mampu untuk membantu terwujudnya mimpi tersebut.
“Kerja sama ini merupakan sesuatu yang mulia tapi para Kepala Desa yang akan menentukan hasil akhirnya nanti,” kata Mendes Yandri dikutip dari desapedia.id.
Mendes Yandri menegaskan jika 73 persen penduduk di Indonesia itu berada di Desa. Dan Karena itu, membangun desa sama saja dengan membangun Indonesia.

“Maka tagline kami yang terbaru adalah Bangun Desa, Bangun Indonesia. Desa Terdepan untuk Indonesia,” kata Mendes Yandri dilansir dari desapedia.id.
Mendes Yandri berjanji akan mengunjungi Desa di Indonesia, olehnya diminta agar dapat mempersiapkan segala sesuatunya termasuk menggandeng BPD hingga BUMDesa.
Mendes Yandri mengungkapkan bahwa dirinya bersama dengan Mentan akan melakukan kunjungan ke desa-desa sesuai arahan dari Menko, yang di mana mereka tidak ingin Desa hanya menjadi penonton dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Mendes Yandri mengharapkan agar keterlibatan desa karena bahan baku program MBG ini adanya di desa. “Peluangnya besar, satu dapur untuk 3.000 orang,” kata Mendes Yandri dalam laman desapedia.id.
Oleh sebab itu, agar dapat terdistribusikan dengan baik serta hasilnya maksimal, diperlukan pengaturan agar setiap desa memiliki produk unggulan, yang di mana bisa menjadi pemasok bahan baku berbeda seperti beras atau tomat, ikan , telur dll.
Dadan Hindayana, selaku Kepala Badan Gizi, Komjen Fadil Imran, selaku Kepala Baharkam Mabes Porli, Ariza Patria, selaku Wakil Mendes PDT, Sudaryono, selaku Wakil Mentan serta Pejabat Tinggi Madya dan Pratama hadir dalam acara tersebut. Turut hadir juga ribuan Kepala Desa yang tergabung dalam APDESI.






