Zulkifli Hasan, selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan, memastikan bahwa stok dari bahan pangan nasional terjamin aman walaupun di tengah terpaan cuaca ekstrem.
Menteri yang akrab disapa dengan panggilan Zulhas ini mengungkapkan bahwa ketersediaan pangan juga dipastikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) dikarenakan produksinya yang telah diproyeksikan lebih baik dari tahun lalu.
“Ini kan tahun ini kita perkirakan lebih bagus dari tahun lalu, termasuk perikanan, dan pertanian, produksi garam,” kata Zulhas saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa, 10 Desember 2024, dikutip dari tempo.co.
Dilansir dari tempo.co, Zulhas mengatakan bahwa pemerintah telah menargetkan nol impor bahan pangan yang bakal dilaksanakan tahun depan.

Pemberhentian impor ini berlaku bagi komoditas beras konsumsi, gula konsumsi, garam konsumsi, serta jagung untuk pakan ternak dalam rangka mewujudkan swasembada pangan paling lambat di tahun 2027.
Setidaknya hingga akhir tahun depan, Zulhas optimis bahwa masyarakat tidak akan mengalami kekurangan pasokan beras dalam negeri.
Zulhas menjelaskan bahwa untuk saat ini total dari stok beras yang tersebar di masyarakat berjumlah sekitar lebih dari 8 juta ton, dengan rincian 2 juta tonnya disimpan di dalam gudang Perum Bulog serta sisanya terbagi ke para penjual ritel hingga pengecer.
Sama halnya dengan garam, Zulhas mengatakan bahwa saat ini stok garam yang dimiliki oleh pemerintah mencapai lebih dari 800 ribu ton.
Pada awalnya, Zulhas menyatakan bahwa kebutuhan konsumsi garam diperkirakan mencapai 500 hingga 600 ribu ton. Oleh sebab itu, ia memutuskan agar pemerintah tidak akan lagi melakukan impor garam konsumsi.
“Kami berani mengatakan, misalnya beras kita tidak impor tahun depan, karena kira-kira produksi kita akan mencapai 32 juta, tahun depan kita tidak impor garam konsumsi, stoknya bahkan ada banyak, jadi tidak usah khawatir. Ada 883 ribu ton stok, jadi amanlah,” ujarnya, dilansir dari tempo.co.
Untuk kebutuhan gula, sebelumnya Zulhas sempat mengatakan bahwa tahun ini produksi mencapai 2,4 juta ton atau naik 200 ribu ton dari tahun lalu.
Zulhas memperkirakan bahwa produksi gula bakal menyentuh 2,6 juta ton pada tahun depan. Ia mengungkapkan bahwa produksi gula akan terus ditingkatkan melalui pengembangan bibit, pembaruan manajemen perkebunan, serta kerja sama dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Gula kita tidak impor tahun depan untuk konsumsi, karena kita ada stok 1,4 juta, produksinya diperkirakan 2,6 juta, aman sudah,” kata dia, dalam laman tempo.co.
Sementara untuk jagung pakan, Zulhas menargetkan terkait produksi jagung nasional pada tahun 2025 mencapai 16,7 juta ton.
Angka tersebut di atas kebutuhan domestik yang diperkirakan sebesar 13 juta ton. Diketahui bahwa dengan surplus ini, ia mengklaim bahwa Indonesia berpotensi untuk melakukan ekspor jagung.
Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa persediaan pangan pada periode Nataru di tengah cuaca ekstrem tetap terjamin aman.
“Nataru aman, beras cukup, garam cukup, daging ayam, telur cukup, gula cukup,” kata Zulhas, dikutip dari tempo.co.






