Seorang Wanita Yang Terjerat Hutang Dan Terkurung di Rumah Kreditur Sebagai Jaminan

Seorang wanita bernama AN terjerat kisah pilu yang berawal dari utang Rp 140 juta kepada kekasihnya, R. (Sumber Foto : Kompas.com/Istimewa)
0 0
Read Time:1 Minute, 34 Second

Seorang wanita bernama AN terjerat kisah pilu yang berawal dari utang Rp 140 juta kepada kekasihnya, R.

AN ingin meminjam uang, jadi dia melepaskan sertifikat rumah sebagai jaminan dengan harapan dia akan mampu membayar kembali utangnya.

Oleh karena itu, ada harapan bahwa seseorang dapat memenuhi kewajibannya, tetapi kenyataan kembali menghantam mereka dengan cara yang jauh lebih keras. AN hanya mampu membayar utangnya sebesar Rp 40 juta.

Harapan sahabat R pupus ketika sertifikat rumah yang ditunjukkan AN ternyata palsu. R merasa dikhianati dan yakin bahwa ia berhak mengambil tindakan tegas.

“Betul, alasan R jemput paksa itu karena dia juga baru tahu sertifikat rumahnya palsu,” ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra kepada wartawan, Senin (13/1/2025).

AN sempat menjual ponselnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. (Sumber Foto : ShutterStock)

AN dibawa secara paksa dari rumahnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 17 Desember 2024 dan dibawa ke rumah R di Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

Jadi dia harus menanggung beban moral yang tidak mudah dijelaskan. Hidup bersama R memungkinkan AN untuk terus menjalani kehidupan normal, meski dengan keterbatasan.

Bahkan, AN sempat menjual ponselnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Bisa jual HP juga kan dia, jual HP ini kegunaannya untuk makan, biar bisa nambah-nambahin uang makan ini,” tutur Hendra.

Meski kesepian dan penuh keterbatasan, AN berusaha berkomunikasi dengan suaminya, HG.

AN diizinkan meninggalkan rumah dan menemui suaminya. Namun sebuah kejadian tragis menghancurkan sisa-sisa perdamaian.

Mungkin karena tidak mampu menahan tekanan emosional dan psikologis lebih lama lagi, ia memutuskan untuk minum sabun pembersih lantai pel.

“Sementara karena mungkin stres, korban sempat minum sabun cairan sabun (pel) ya. Kemudian sekarang masih dirawat di Rumah Sakit Brimob,” jelas Hendra.

Dipenuhi harapan, HG menghubungi polisi pada hari Sabtu (11/1/2025) untuk meminta bantuan untuk membawa AN pulang.

Sementara itu, polisi melanjutkan penyelidikan atas insiden tersebut, setelah mewawancarai tiga saksi, termasuk R, yang kemudian melaporkan insiden tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today