Budi Gunadi Sadikin, selaku Menteri Kesehatan, mengungkapkan bahwa saat ini 30 ribu fasilitas kesehatan untuk program cek kesehatan gratis tengah disiapkan oleh pemerintah.
Dilaporkan bahwa program cek kesehatan gratis dijadwalkan untuk mulai diterapkan pada bulan Februari mendatang.
“Untuk yang bayi baru lahir, balita, dewasa, dan lansia, pemeriksaan dilakukan di 10 ribu puskesmas dan 20 ribu klinik swasta, pada saat ulang tahunnya mereka,” kata dia dalam acara Semangat Awal Tahun 2025 IDN Times di Menara Global, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Januari 2025, dikutip dari tempo.co.
Dilansir dari tempo.co, Budi menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berlaku pada hari ulang tahun, namun juga bisa dilakukan sampai dengan satu bulan setelahnya.

Dikabarkan bahwa hal itu dilakukan dengan tujuan agar dapat menghindari penumpukan di puskesmas, sebab cek kesehatan gratis ini ditujukan untuk seluruh rakyat Indonesia.
“Karena ternyata masalah di screening ini adalah tempat dan tenaga yang terbatas. Bayangin 280 juta (orang), saya ngalamin waktu vaksin. Jadi makanya harus diatur per bulan,” tuturnya, dilansir dari tempo.co.
Pemeriksaan kesehatan untuk anak-anak sekolah tidak dilakukan ketika hari ulang tahun, namun pada saat mereka masuk sekolah.
Pemeriksaan juga dikabarkan akan berlangsung di 300 ribu sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
“Kalau kami 280 juta dijeblosin ke klinik sama puskesmas, nggak bakal cukup. Tenaganya nggak bakal cukup, lokasinya nggak bakal cukup. Ya sudah, yang anak sekolah kami bagi ke 300 ribu sekolah, dan timingnya dilakukan pada saat masuk sekolah,” kata Budi, dikutip dari tempo.co.
Awalnya, program cek kesehatan atau medical check-up gratis diadakan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk warga yang tengah merayakan ulang tahun.
Dedek Prayudi, selaku Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, mengungkapkan bahwa program ini dijadwalkan akan dimulai sekitar bulan Februari 2025.
“Mereka yang masuk dalam penerima layanan dan berulang tahun di awal tahun 2025 berhak mendapat kado ulang tahun dari Presiden Prabowo,” kata Dedek dalam rilis resmi KSP, Jumat, 3 Januari 2025, dalam laman tempo.co.
Dedek menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengunjungi puskesmas ataupun fasilitas kesehatan terdekat lainnya agar dapat menikmati program ini. Masyarakat hanya perlu memperlihatkan kartu identitas.
“Dapatkan pemeriksaan kesehatan lengkap, secara gratis. Caranya mudah dan nilainya tidak sedikit apabila dibayar dengan kantong pribadi,” ujar Dedek, dilansir dari tempo.co.
Dedek menyatakan bahwa untuk program Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini, Presiden Prabowo Subianto telah mempersiapkan biaya anggaran yang mencapai Rp 4,7 triliun.
Program ini bakal diselenggarakan secara bertahap mulai pada tahun 2025 dengan target mencapai 60 juta orang. Dalam kurun waktu lima tahun ke depan, program cek kesehatan ini diharapkan dapat melayani 200 juta warga negara.






