Sepanjang 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mencatat 12 peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh anggota TNI.
“(Sepanjang 100 hari Prabowo) 12 peristiwa kekerasan yang melibatkan anggota TNI,” kata Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya, dalam konferensi pers di Kantor Kontras, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2025).
“Sayangnya, tidak satupun peristiwa kekerasan tersebut menemukan penyelesaian yang berkeadilan,” tambahnya.

Dimas tidak menjelaskan semua peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia.
Namun, dia berpendapat bahwa Kontras menunjukkan beberapa peristiwa kekerasan militer yang telah menarik perhatian publik.
Misalnya, di rest area tol Tangerang-Merak pada awal Januari 2025 terjadi penembakan yang membunuh Ilyas Abdurrahman, pemilik rental CV Makmur Jaya.
Tiga anggota TNI Angkatan Laut (AL) didakwa atas penembakan tersebut.
Selain itu, peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh militer di Deli Serdang, Sumatera Utara.
“Peristiwa kekerasan (oleh TNI) berupa penyerangan terjadi kepada 9 orang masyarakat Desa Cinta Adil, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang dilakukan oleh anggota TNI dari satuan Batalyon Armed 2/2105 Kilap Sumagan pada 8 November 2024,” tambah Dimas.
“Tercatat setidaknya 8 orang warga di antaranya mengalami luka berat dan 1 orang meninggal dunia akibat dari penyerangan,” sambungnya.
Sebanyak 50 anggota TNI diperiksa setelah peristiwa berdarah itu, dan 25 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.
Kontras menyatakan bahwa pemerintah harus memberikan perhatian khusus pada kasus kekerasan yang terus terjadi.






