Kerusakan Pada Otak dan Sistem Saraf, 17 Warga India Tewas Akibat Penyakit Misterius

Sebuah penyakit misterius yang telah merenggut nyawa 17 orang saat ini tengah diselidiki oleh pihak berwenang di Jammu dan Kashmir. (Source: REUTERS/Danish Siddiqui)
0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

Berdasarkan laporan dari media lokal yang dirilis pada hari Sabtu, 25 Januari 2025, sebuah penyakit misterius yang telah merenggut nyawa 17 orang saat ini tengah diselidiki oleh pihak berwenang di Jammu dan Kashmir, dua wilayah yang dikelola oleh India.

Dilaporkan bahwa penyakit misterius itu telah merenggut nyawa sejumlah warga sejak awal Desember, termasuk di antaranya adalah 13 anak di desa terpencil Badhaal di wilayah Rajouri, Jammu.

Dikutip dari Al Arabiya, menurut laporan yang dibagikan oleh kantor berita Press Trust of India atau PTI, pada awal minggu ini, desa tersebut telah dinyatakan sebagai zona isolasi, yang di mana sekitar 230 orang tengah dikarantina.

Seluruh korban jiwa yang terdampak oleh penyakit misterius itu mengalami kerusakan pada bagian otak serta sistem saraf. (Source: Herminahospitals.com)

Dilansir dari tempo.co, Amarjeet Singh Bhatia, selaku kepala dari salah satu perguruan tinggi kedokteran pemerintah di Rajouri, mengungkapkan bahwa seluruh korban jiwa yang terdampak oleh penyakit misterius itu mengalami kerusakan pada bagian otak serta sistem saraf.

“Liburan musim dingin juga telah dibatalkan untuk menghadapi situasi kewaspadaan medis,” kata Bhatia yang dikutip PTI, dalam laman tempo.co.

Dilaporkan bahwa pihak pemerintah federal India telah melakukan penyelidikan, dan Jitendra Singh, selaku Menteri Kesehatan, menjelaskan bahwa penyelidikan awal memperlihatkan kematian tersebut “bukan disebabkan oleh infeksi, virus, ataupun bakteri, melainkan racun.”

“Ada serangkaian racun yang sedang diuji. Saya yakin solusinya akan segera ditemukan. Selain itu, jika ada kejahatan atau aktivitas jahat, hal itu juga sedang diselidiki,” kata Singh mengutip PTI, dilansir dari tempo.co.

Berdasarkan sebuah kejadian medis terpisah, pihak berwenang yang berada di kota barat Pune mencatat sedikitnya terdapat 73 kasus terkait dengan gangguan saraf langka.

Mengutip PTI, menurut salah seorang pejabat, mereka yang telah terinfeksi oleh Sindrom Guillain-Barre atau GBS, termasuk di antaranya merupakan 26 wanita, serta 14 pasien saat ini tengah menggunakan ventilator.

Berdasarkan informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, diketahui bahwa di dalam sindrom GBS, sistem kekebalan seseorang menyerang saraf tepi.

Sindrom ini dikabarkan dapat memiliki dampak terhadap saraf yang mengontrol pergerakan otot, mampu untuk mengakibatkan kelemahan otot, hilangnya sensasi pada kaki atau lengan, dan juga kesulitan menelan serta bernapas.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today