Pada hari Sabtu malam, 15 Februari 2025, Teguh Maryono, yang merupakan seorang aparatur sipil negara atau ASN berusia 55 tahun, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi gantung diri di kompleks kantor kecamatan tempatnya bertugas yang berlokasi di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Dilaporkan bahwa motif korban untuk memilih mengakhiri hidupnya dengan cara tersebut hingga saat ini belum diketahui. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Dilansir dari tempo.co, Ajun Komisaris Marlin Supu Payu, selaku Kepala Kepolisian Sektor Polokarto, membenarkan terkait kejadian tersebut, pada saat dimintai konfirmasi.
“Ya betul, Polsek Polokarto telah menangani TKP (tempat kejadian perkara) gantung diri. Korban ditemukan sudah meninggal dunia. Atas nama Pak Teguh, staf kecamatan (Polokarto),” ujar Marlin kepada kantor berita Tempo, hari Minggu, 16 Februari 2025.
Menurut informasi dari laman kantor berita Tempo, pada hari Sabtu malam sekitar pukul 19.30 WIB, korban ditemukan oleh salah seorang warga yang tengah berada di kompleks perkantoran Kecamatan Polokarto beralamatkan di Jalan R. Ngb. Pontjo, Jl. Wandyo Pranoto Nomor 8, Jatirejo, Mranggen.
Berdasarkan informasi tersebut, korban adalah seorang bendahara Kantor Kecamatan Polokarto dan juga tercatat bahwa ia merupakan warga Kabupaten Klaten.
Dikabarkan bahwa pada hari Sabtu malam, salah seorang warga yang ingin mengambil uang di ATM melihat korban yang saat itu tengah berada dalam posisi tergantung di dalam kantor. Kemudian, temuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian Polokarto.
Ketika ditemukan, terdapat sebuah sepeda motor milik korban yang diduga dijadikan sebagai pijakan agar dapat mengikat tali ke besi yang ada di langit-langit kantor.
Diduga bahwa korban kemudian melompat ke arah samping sepeda motornya tersebut sehingga membuat dirinya tergantung.
Saat ini, pihak kepolisian diketahui telah melakukan olah TKP serta sempat di visum oleh pihak Puskesmas.
Diketahui bahwa jenazah korban telah dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum lagi, dan kemudian akan dibawa menuju ke rumah duka.






