Pada tanggal 15 hingga 22 Februari 2025, TNI AL bersama dengan Angkatan Laut Australia sepakat untuk memperkuat hubungan maritim dari kedua negara dengan cara menyelenggarakan Latihan multinasional Komodo 25 yang berlokasi di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali.
Dilaporkan bahwa terdapat total 38 negara yang telah mengerahkan perwakilan serta kapal perangnya untuk melakukan pemantauan terhadap keberlangsungan latihan tersebut.

Menurut penjelasan yang dikemukakan oleh Kedutaan Besar Australia di Jakarta, kapal HMAS Hobart bersama dengan sejumlah kapal yang berasal dari 14 negara lainnya ikut berpartisipasi dalam latihan tersebut, termasuk di antaranya adalah 19 kapal milik TNI AL.
Dilansir dari tempo.co, Latihan multinasional Komodo 2025 yang diselenggarakan kali ini mengangkat tema ‘Kemitraan Maritim untuk Perdamaian dan Stabilitas’.
Diketahui bahwa penyelenggaraan Latihan Komodo 25 ini bertujuan untuk menekankan pentingnya kerja sama antar Angkatan Laut dalam menghadapi berbagai macam tantangan maritim, termasuk di antaranya adalah bantuan kemanusiaan serta penanggulangan bencana.
Angkatan Laut Australia bersama dengan Indonesia menjalankan misi pencarian dan penyelamatan dalam Latihan Komodo 25 ini, didampingi oleh sejumlah kapal perang serta pesawat terbang dari berbagai negara peserta lainnya.
Laksamana Madya Mark Hammond AO, RAN, selaku Kepala Angkatan Laut Australia, mengakui bahwa keterlibatan Angkatan Laut Australia-Indonesia merupakan hal yang penting dalam mendukung keamanan regional.
Penting bagi Australia serta Indonesia agar dapat terus membangun kerja sama dan juga memperkuat kemampuan kolektif dari kedua negara untuk melakukan pengelolaan terhadap kepentingan keamanan bersama sebagai tetangga di wilayah maritim.
Pada saat sebelum menjelang Latihan Komodo 25, Laksamana Madya Hammond bersama dengan Laksamana TNI Mohammad Ali, selaku Kepala Staf TNI AL, dikabarkan telah melakukan penandatanganan terhadap Memorandum of Understanding on Submarine Abandonment, Escape and Rescue.
Hammond mengungkapkan bahwa dengan adanya Nota Kesepahaman tersebut, diharapkan dapat menjadi pendorong untuk kerja sama yang lebih erat dalam berbagai isu penting dari kedua Angkatan Laut serta sebagai cerminan komitmen bersama yang dilakukan oleh kedua negara terhadap keamanan maupun keselamatan maritim.
Dikabarkan juga bahwa dengan adanya Nota Kesepahaman ini, memungkinkan pihak Australia serta Indonesia untuk saling bertukar keahlian maupun pengetahuan terkait pelatihan Pengabaian, Pelarian dan Penyelamatan Kapal Selam melalui diskusi, pendidikan, dan pelaksanaan latihan bersama.





