Air Bersih Ditargetkan Pramono Anung Dapat Diakses oleh Warga Jakarta pada Tahun 2029

Gubernur Jakarta targetkan pada tahun 2029 seluruh warga Jakarta bisa mengakses air bersih. (Source: Ntvnews.id/Adiansyah)
0 0
Read Time:1 Minute, 46 Second

Pramono Anung, selaku Gubernur Jakarta, telah menetapkan target bahwa pada tahun 2029 seluruh warga Jakarta bisa mendapatkan akses air bersih.

Dilaporkan bahwa pihak Pemerintah Provinsi Jakarta bakal melaksanakan pipanisasi atau penyaluran air bersih melalui pipa yang berasal dari Waduk Jati Luhur serta Waduk Karya agar dapat mewujudkan target tersebut.

Gubernur Jakarta telah meninjau TPST Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat. (Source: Gemapos/beritajakarta)

“Saya yakin, kalau ini dikerjakan sungguh-sungguh, bisa. Tahun 2029 semua warga Jakarta seratus persen berhak mendapat air bersih,” kata Pramono saat memberikan sambutan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, pada Rabu, 19 Maret 2025, dikutip dari tempo.co.

Dilansir dari tempo.co, Pramono mengungkapkan bahwa ia telah melakukan koordinasi bersama dengan jajarannya dan juga Perusahaan Air Minum atau PAM Jaya terkait program penyaluran air bersih tersebut.

Diketahui bahwa program ini termasuk salah satu di antara sejumlah program jangka panjang yang bakal diwujudkan oleh pasangan Pramono Anung-Rano Karno dalam periode lima tahun pemerintahannya.

Pramono menjelaskan bahwa di dalam pemerintahannya saat ini, ia tidak bakal memberikan janji-janji yang berlebihan.

Pramono ingin lebih fokus terhadap penyelesaian masalah fundamental yang ada di Jakarta, meliputi air bersih, kemacetan, banjir, dan juga penanganan sampah.

Pramono Anung diketahui telah melakukan peninjauan terhadap tempat pengolahan sampah terpadu atau TPST Bantargebang yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat.

Dalam kunjungannya itu, Pramono didampingi bersama dengan Zulkifli Hasan, selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan; Pratikno, selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; Faisol Nurofiq, selaku Menteri Lingkungan; Suharyanto, selaku Kepala BNPB; serta Tri Ardhianto, selaku Wali Kota Bekasi.

Pramono menjelaskan bahwa Jakarta bisa menghasilkan sampah yang jumlahnya mencapai hingga delapan ton per hari.

Fasilitas Refuse Derived Fuel atau RDF yang beerada di TPST Bantargebang mampu untuk memberikan pengurangan terhadap jumlah sampah sebanyak 2.000 ton perhari.

“Adanya RDF di Rorotan maupun di Bantargebang mudah-mudahan bisa turun nanti sampai dengan 5 ribu hingga 6 ribu ton sampah perhari,” kata dia, dalam laman tempo.co.

Menurutnya, saat ini fasilitas RDF tersebut masih belum mampu untuk melakukan penanganan terhadap seluruh permasalahan sampah yang ada di Jakarta. Oleh sebab itu, Pramono mendorong pembangunan PLTSa yang dilengkapi dengan insinerator atau alat pembakar limbah padat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today