Perum Bulog telah diberikan arahan oleh pemerintah agar dapat mengirimkan beras bentukan kepada korban terdampak banjir di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.
Arief Prasetyo Adi, selaku Kepala Badan Pangan Nasional atau Bapanas, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut diperoleh dari beras cadangan pangan pemerintah (CPP).

“Jadi pemanfaatan CPP tidak hanya dalam bentuk intervensi SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), tetapi juga bisa digunakan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana seperti banjir di Indragiri Hilir,” kata Arief dalam keterangan resmi pada Minggu, 30 Maret 2025, dikutip dari tempo.co.
Dilansir dari tempo.co, Arief mengatakan bahwa Bulog bakal mendistribusikan beras sebanyak 26.050,5 kilogram kepada masyarakat terdampak bencana dengan melalui pemerintah setempat.
Dilaporkan bahwa jumlah itu bakal dibagikan kepada 7.443 jiwa selama 14 hari. Arief menyebut, setiap orang bakal mendapatkan sebanyak 250 gram beras per harinya.
Jumlah tersebut diketahui sudah sesuai dengan usulan standar kebutuhan gizi dalam penanggulangan bencana serta keadaan darurat yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.
Pengiriman CPP ini adalah tindak lanjut dari permohonan Herman, selaku Bupati Indragiri Hilir, yang disampaikan kepada Bapanas.
Dikabarkan bahwa dalam permohonan tersebut, Herman menyampaikan bahwa bencana alam banjir yang tengah melanda wilayahnya telah ditetapkan statusnya menjadi tanggap darurat.
Akibat tingginya curah hujan, Herman menyebut, kondisi itu dapat memperluas wilayah yang bakal terkena dampak banjir serta mengganggu perekonomian dari seluruh masyarakat.
“Kami terus mendorong sinergi yang kuat dalam penanggulangan bencana ini, terutama dengan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Bersama dengan berbagai pihak yang juga memberi bantuan baik dalam bentuk pangan maupun nonpangan,” ucap dia, dilansir dari tempo.co.
Ia juga menambahkan bahwa pada tanggal 27 Maret 2025, Bulog telah mendistribusikan CPP beras sebanyak 128 ton untuk menangani bencana serta keadaan darurat.
Sedangkan untuk total persediaan beras yang saat ini tengah dikelola Bulog se-Indonesia mencapai hingga 2,296 juta ton, yang di mana jumlah tersebut bakal terus bertambah.






