Harga Cabai dan Bawang Merah Melonjak, Petani Klaim Pasar Belum Normal

Harga bawang merah dan cabai melonjak dari sebelum Lebaran hingga saat ini, yang menarik perhatian. (Sumber Foto : JPNN.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 55 Second

Harga bawang merah dan cabai melonjak dari sebelum Lebaran hingga saat ini, yang menarik perhatian.

Menurut Abdul Hamid, Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), libur panjang telah menyebabkan banyak pasar belum bekerja seperti biasa.

Mereka menjamin bahwa kenaikan harga cabai hingga Rp 100.000 per kg tidak disebabkan oleh masalah pasokan.

“Cabai keriting kemarin menyentuh Rp 90.000 per kg sampai Rp 100.000 per kg di pasar memang salah satunya karena kenaikan kebutuhan tapi penjualnya sedikit,” kata Abdul dalam rapat koordinasi hari besar keagamaan nasional bersama Badan Pangan Nasional, Kamis (3/4/2025).

Namun, Abdul memperkirakan harga cabai akan mulai turun mulai pekan ini, menurutnya karena panen raya cabai yang akan segera berakhir.

Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), libur panjang telah menyebabkan banyak pasar belum bekerja seperti biasa. (Sumber Foto : ShutterStock)

“Kondisi saat ini mungkin akan terus turun di berbagai jenis cabai, tapi meski turun kita harapannya tidak sampai jatuh.”

Harga cabai rawit merah nasional rata-rata menyentuh Rp 88.843/kg, menurut data yang dirilis Kamis oleh Panel Harga Bapanas.

Angka itu melampaui harga acuan penjualan (HAP) pemerintah sebesar Rp 40.000 hingga Rp 57.000 per kilogram cabai rawit merah.

Harga cabai merah keriting nasional naik 16,98 persen dari HAP sebesar Rp 37.000 menjadi Rp 55.000, yang merupakan produk cabai lain yang masih mahal.

Sementara itu, Akhmad Soleh, Champion Bawang Merah, juga mengatakan hal yang sama. Kondisi pasar yang belum sepenuhnya aktif telah menyebabkan kenaikan harga bawang merah dalam beberapa waktu terakhir.

“Ada lonjakan harga bukan karena kurang stok tapi aktivitas pasar dan lalu lintas barang yang belum normal,” ujarnya.

Selain itu, dia menyatakan bahwa bersama dengan mitra petani, pihaknya telah mengirimkan 8 ton bawang merah tambahan dari Kendal ke pasar tradisional. Pada H+8 Idul Fitri, harga bawang merah diperkirakan akan mulai turun.

“Kenaikan ini memang karena aktivitas pasar belum normal, tapi insyaallah H+8 akan normal,” ujarnya.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Panel Harga Bapanas pada Kamis, harga bawang merah nasional rata-rata mencapai Rp 44.758 per kilogram, lebih tinggi dari ketetapan HAP bawang merah yang ditetapkan pada Rp 36.500 hingga Rp 41.000 per kilogram.

Di Maluku Utara, kenaikan tertinggi mencapai Rp 55.769 per kilogram, sedangkan di Sumatera Barat, kenaikan terendah mencapai Rp 35.414 per kilogram.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today