Bismillah, Berangkat Silatuhrahmi ke Banten, Lawan Kezaliman PIK-2

Hari ini (Sabtu, 5/3), Insyaallah penulis bersama sejumlah tim dari Jakarta berangkat ke Banten. Setidaknya, sejumlah nama telah mengkonfirmasi akan berangkat ke Banten. (Sumber Foto : beritaindonesiasianet.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 54 Second

Koordinator Tim Advokasi Melawan Oligarki Perampas Tanah Rakyat (TA-MOR-PTR)

Hari ini (Sabtu, 5/3), Insyaallah penulis bersama sejumlah tim dari Jakarta berangkat ke Banten. Setidaknya, sejumlah nama telah mengkonfirmasi akan berangkat ke Banten.

Ada Bang Edy Mulyadi, Mayjend TNI Purn Syamsu Djalal, Mayjend TNI Purn Soenarko, Bu Menuk Wulandari, Bang Meidy Juniarto, Bu Kurnia Tri Royani, aktivis ARM (Aliansi Rakyat Menggugat), Tim Advokat dari TA MOR PTR, dan sejumlah aktivis lainnya. Totalnya, ada sekitar 20 orang dari Jakarta.

Sementara dari Banten, KH Embay Mulya Syarif juga sudah mengundang sejumlah tokoh, ulama dan akademisi Banten untuk hadir dalam silaturahmi. Setidaknya, sejumlah nama telah mengkonfirmasi akan hadir.

Ada Drs.KH.Muhsinin,M.Si, Dr.KH.Sabrawidjaya, Drs.KH.Sanwani-Tokmas banten, Drs.H.A.Rasim,M.Si-Ketua Bakomubin, H.Ar.Odeh-Kerua LPM Banten, Dr.KH.Chatib Rasyid,MH-DDII, Dr. KH.Syafrol M, Muhammadiyyah, Kol.Drs.H.Ma’ Mun Syahroni-Tokmas banten, Drs.KH.Makmun Muzaki, KBPII, Drs.H.Khatib Mansyu, KH.Kholilurrahman Akil-Ponpes, Drs.H.Djazuli Mukri,M.Pd-Tokmas banten, KH.Amas Tadjudin-MUI Serang, H.Akhyani-Tokmas Banten hingga H Daenuri Nawawi (cicitnya Syeh Nawawi al-Bantani, Ulama Kharismatik Banten).

Selain bersilaturahmi lebaran, kunjungan dilakukan dalam rangka untuk menguatkan soliditas dan sinergi perjuangan untuk melawan kezaliman proyek PIK-2. Karena meskipun proyek ini tidak lagi berstatus PSN, tetapi proses penzaliman terhadap tanah, laut dan rakyat Banten terus berlanjut. Seolah-olah, tak ada pengaruh Perpres No 12 Tahun 2025 yang diterbitkan Presiden Prabowo Subianto.

Silaturahmi, juga dilakukan dalam rangka bertukar informasi, saling meng-up date perkembangan kasus pagar laut dan sertifikat laut, termasuk perampasan tanah rakyat Banten. Kami juga akan report sejumlah perkembangan kasus litigasi di gugatan PIK-2, termasuk upaya upaya non litigasi yang telah dilakukan oleh TA-MOR-PTR.

Haru sekaligus bahagia, mendapat kabar tokoh Banten antusias menerima kunjungan kami. Karena selama ini, oligarki PIK-2 terus berupaya memecah belah perjuangan, baik di internal Banten maupun dengan tim dari Jakarta dan dari luar Banten.

Buzer PIK-2 tak pernah bisa membantah fakta kezaliman proyek PIK-2, lalu mengalihkan serangan pada pribadi. Misalnya, apa yang dialami oleh Bang Said Didu dan penulis sendiri.

Bang Said Didu, dipersoalkan. Karena punya tambak di lokasi proyek PIK-2, sehingga dituduh berjuang untuk kepentingan pribadi (tambaknya), bukan kepentingan rakyat Banten.

Sementara penulis, juga dipersoalkan karena tidak memiliki satu meter pun tanah di Banten. Lalu, motif nya apa bersuara untuk Banten? Lalu, mereka menuduh penulis hanya bikin gaduh.

Aneh, punya tanah berjuang membela rakyat Banten dipersoalkan. Tak punya tanah, berjuang membela rakyat Banten juga dipersoalkan. Intinya, oligarki PIK-2 memang tak punya argumen untuk membantah kezaliman mereka, akhirnya mereka alihkan serangan ke pribadi, dan memecahbelah perjuangan rakyat Banten.

Perlu untuk diketahui, perjuangan membela rakyat Banten adalah indikator perjuangan untuk rakyat Indonesia. Banten ibarat palang pintu, jika Banten jebol maka seluruh wilayah daratan dan laut Indonesia juga otomatis akan dikuasai oleh oligarki.

Fenomena pagar laut, bukan hanya terjadi di Wilayah Banten. Di Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan banyak wilayah lainnya juga sudah dijarah.

Karena itu, kita harapkan dengan perjuangan di Banten berhasil, akan menutup celah perampasan tanah di wilayah lainnya. Perjuangan melawan oligarki rakus perampas tanah rakyat ini, harus digaungkan ke seluruh rakyat Indonesia.

Insyaallah, pasca kunjungan ke Banten, dua pekan kedepan yakni tepatnya hari Sabtu tanggal 19 April 2025, kami akan bersilaturahmi ke Bandung. Karena kasus penguasaan laut, selain di Bekasi infonya juga sudah merambah ke wilayah Karawang, Jawa Barat. (Ahmad Khozinudin, S.H. Advokat)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today