Selama Periode Paskah Berlangsung, Rusia Umumkan Gencatan Senjata dengan Ukraina Selama 30 Jam

Presiden Rusia umumkan gencatan senjata sepihak selama 30 jam dalam perangnya dengan Ukraina. (Source: AP/Mikhail Metzel)
0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

Pada hari Sabtu, 19 April 2025, Vladimir Putin, selaku Presiden Rusia, umumkan gencatan senjata sepihak yang akan berlangsung selama 30 jam mendatang dalam perangnya dengan Ukraina.

Valery Gerasimov, selaku Kepala Staf Umum Rusia, mengungkapkan bahwa Putin menyatakan gencatan senjata selama 30 jam ini bakal dimulai pada hari Sabtu pukul 6 sore waktu Moskow sampai dengan hari Minggu pukul 12 tengah malam.

“Demi alasan kemanusiaan, pihak Rusia mengumumkan gencatan senjata Paskah (Minggu) hari ini. Saya memerintahkan penghentian semua operasi militer untuk periode ini,” katanya, Minggu, 20 April 2025, dikutip dari Anadolu.

Presiden Rusia berharap agar Ukraina dapat menyetujui terkait dengan adanya gencatan senjata ini. (Source: Anadolu Agency)

Dilansir dari tempo.co, Putin memiliki harapan agar Ukraina dapat menyetujui terkait dengan adanya gencatan senjata ini.

Putin mengatakan bahwa keberhasilan ataupun kegagalan dari gencatan senjata ini bakal memperlihatkan kesiapan serta kapasitas Ukraina dalam mencari penyelesaian damai terhadap konflik tersebut.

“Pasukan Rusia harus siap untuk mengusir kemungkinan pelanggaran gencatan senjata dan provokasi oleh lawan,” katanya, dikutip dari tempo.co.

Putin menyebut, Moratorium 30 hari sebelumnya pada serangan militer terhadap infrastruktur energi memperlihatkan tidak adanya kecenderungan Kyiv dalam mencari solusi melalui proses negosiasi damai.

Ia juga mengatakan bahwa pasukan Ukraina telah melakukan pelanggaran akan hal tersebut lebih dari 100 kali.

Memberikan tanggapannya terkait pengumuman gencatan senjata selama Paskah Rusia pada hari Sabtu, Volodymyr Zelensky, selaku Presiden Ukraina, menyampaikan bahwa Kyiv bakal bertindak dengan cara yang sama.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui Telegram, Zelensky menyampaikan bahwa Ukraina bakal melakukan gencatan senjata jika Rusia juga ikut mematuhinya.

“Ukraina akan bertindak seperti yang dilakukan Rusia. Diam sebagai respons atas diamnya, menyerang sebagai pembelaan atas serangan,” katanya, dalam laman tempo.co.

Zelensky juga diketahui telah memberikan usulan terkait dilakukannya perpanjangan gencatan senjata setelah 20 April dengan syarat penerapannya berhasil.

“Jika keheningan total benar-benar terjadi, Ukraina mengusulkan untuk memperpanjangnya setelah hari Paskah pada tanggal 20 April di masa mendatang. Ini akan menunjukkan niat Rusia yang sebenarnya, karena 30 jam sudah cukup untuk berita utama, tetapi tidak untuk langkah-langkah membangun kepercayaan yang nyata. Tiga puluh hari dapat memberi kesempatan pada perdamaian,” katanya, dilansir dari tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today