Bos BGN Mengatakan MBG Masih Dievaluasi, Kasus Keracunan Hanya 0,5%

Dadan Hindayana, menyatakan bahwa meskipun kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) terus terjadi di beberapa tempat, evaluasi terus dilakukan. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 27 Second

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa meskipun kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) terus terjadi di beberapa tempat, evaluasi terus dilakukan.

Menurut Dadan, evaluasi program andalan pemerintah itu berhasil, dengan data menunjukkan tingkat keracunan 0,5%.

“Secara umum tentu baik ya (evaluasi MBG),” kata Dadan saat dihubungi Kompas.com, Jumat (25/4/2025).

“Kasus kejadian secara kuantitatif masih 0,5 persen,” kata dia melanjutkan.

BGN, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dapur MBG, dan pihak terkait lainnya dapat melakukan evaluasi untuk menurunkan angka kejadian tersebut.

“Kami ingin mencapai 0 atau tidak ada kejadian,” kata Dadan.

Mengintensifkan pelatihan dan penyegaran penjamah makanan adalah upaya lain yang dilakukan BGN untuk mengurangi insiden keracunan selain evaluasi.

“Ini dilakukan agar bisa meningkatkan kualitas pelayanannya,” ujar Dadan.

Kasus keracunan siswa setelah mengonsumsi MBG terjadi di berbagai lokasi sepanjang tahun 2025, termasuk di MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur; SDN 33 Bombana; SDN Proyonanggan 5 Batang; SD Katolik Andaluri, Waingapu; SDN 2 Alaswangi, Pandeglang; dan SDN 3 Dukuh, Sukoharjo.

Evaluasi program andalan pemerintah itu berhasil, dengan data menunjukkan tingkat keracunan 0,5%. (Sumber Foto : Dok. BGN)

Di Cianjur, Jawa Barat, ada kasus keracunan makanan MBG dengan gejala 78 siswa dari dua sekolah. Kasus ini bahkan ditetapkan sebagai kasus luar biasa (KLB).

“Yang pertama, food tray-nya harus diganti, karena setengah dari food tray itu masih plastik,” kata Dadan saat ditemui di Asrama Haji Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (24/4/2025).

“Food tray-nya dari plastik. Makanya kami minta segera diganti,” imbuh dia.

Dadan juga meminta kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cianjur untuk memisahkan prosedur masuk dan keluar barang dari masalah tempat makan.

“Kedua, kami lihat SOP untuk alur proses antara barang masuk dengan barang keluar, itu kami minta berbeda,” kata Dadan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today