Menko Perekonomian Sebut Indonesia bakal Tingkatkan Perdagangan Intra-ASEAN

Menko Perekonomian sebut Indonesia bakal tingkatkan perdagangan dengan negara-negara ASEAN. (Source: Ilustrasi/Unsplash.com/CHUTTERSNAP)
0 0
Read Time:1 Minute, 35 Second

Airlangga Hartarto, selaku Menteri Koordinator Perekonomian, mengungkapkan bahwa Indonesia bakal melakukan peningkatan perdagangan dengan negara-negara ASEAN.

Diketahui bahwa hal tersebut dilakukan agar dapat mengantisipasi terjadinya penurunan pada volume perdagangan yang disebabkan oleh kebijakan tarif Amerika Serikat.

Hal tersebut dilakukan agar dapat mengantisipasi penurunan volume perdagangan akibat kebijakan tarif AS. (Source: Ilustrasi/Unsplash.com/Paul Teysen)

Dilansir dari tempo.co, Airlangga menjelaskan bahwa upaya dalam melakukan peningkatan perdagangan intra-ASEAN menjadi salah satu kesepakatan pada pertemuan bersama para menteri perekonomian di ASEAN.

“Ini menjadi target kami karena memang negara-negara berkembang dan negara-negara di blok regional itu menjadi salah satu shockbreaker untuk mengerem ketidakpastian gejolak ke depan,” ucap Airlangga dalam konferensi pers daring pada Jumat, 25 April 2025, dikutip dari tempo.co.

Airlangga juga mengatakan bahwa para pelaku usaha dalam negeri perlu bersiaga untuk mencari alternatif pasar baru serta meningkatkan daya saing.

Airlangga menyebut, kewaspadaan ini diperlukan agar dapat mengantisipasi pertumbuhan ekonomi dunia yang diramalkan oleh Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) bakal mengalami penurunan.

Dilaporkan bahwa akibat adanya kebijakan tarif AS, IMF telah melakukan pemangkasan pada proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,3 persen menjadi 2,8 persen.

Sri Mulyani Indrawati, selaku Menteri Keuangan, menyatakan bahwa kebijakan tarif impor 10 persen yang ditetapkan AS membuat terjadinya penurunan pada pengiriman barang antar negara.

Oleh sebab itu, Sri Mulyani menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sedang berupaya dalam mencari terkait peluang ekspor baru.

Sri Mulyani menyebut, pihak Kementerian Keuangan telah melakukan proses analisis untuk mengidentifikasi terkait komoditas dengan nilai Revealed Comparative Advantage atau RCA di atas satu sehingga dapat tergolong kompetitif untuk diperdagangkan.

”Nanti akan kami sampaikan kepada Pak Menko untuk bisa kita bahas bersama apa yang bisa dilakukan untuk mendorong industri-industri nasional yang memang memiliki Comparative Advantage yang sangat kuat. Sehingga dia mampu menembus tidak hanya pasar di Amerika tapi juga ke pasar-pasar yang lain,” ujar Sri, dalam laman tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today