Komdigi Menandatangani MoU Strategis Dengan Rusia Terkait Pengembangan 5G dan Keamanan Siber

Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Federal Rusia akan bekerja sama dalam berbagai proyek strategis, termasuk pengembangan jaringan 5G dan keamanan siber. (Sumber Foto : Dok Komdigi)
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

Diumumkan secara resmi bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia dan Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Federal Rusia akan bekerja sama dalam berbagai proyek strategis, termasuk pengembangan jaringan 5G dan keamanan siber.

Di Istana Konstantinovsky di St. Petersburg, Rusia, Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin menyaksikan secara langsung penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak.

Bekerja sama ini juga menegaskan hubungan bilateral kedua negara dan komitmen mereka untuk memperluas kolaborasi di bidang TI dan komunikasi. Menurut Meutya Hafid, menteri Komdigi, kerja sama ini tidak terbatas pada penandatanganan, tetapi segera masuk tahap pelaksanaan.

Layanan internet cepat dan murah kepada 92 persen populasinya, Rusia dianggap sebagai mitra strategis. (Sumber Dok Komdigi)

“Indonesia dan Rusia sepakat membentuk Sub-Komite Khusus sebagai penggerak utama program digital bersama, termasuk pelatihan SDM, pertukaran teknologi, dan inisiatif konten media kolaboratif,” ujar Meutya dalam rilis yang diterima kumparan, Jumat (20/6).

Pengembangan jaringan 5G, Internet of Things (IoT), tata kelola spektrum frekuensi radio, penguatan keamanan siber, dan penyusunan kebijakan internet yang inklusif adalah beberapa contoh kerja sama ini. Selain itu, pembuatan konten digital, pertemuan bilateral, dan penelitian antar-lembaga adalah bagian dari program kerja sama.

Dengan memberikan layanan internet cepat dan murah kepada 92 persen populasinya, Rusia dianggap sebagai mitra strategis. Di Rusia, tarif broadband rumah berkisar antara Rp 95.000 dan Rp 160.000 per bulan, sebuah pencapaian yang penting bagi Indonesia dalam mencapai wilayah 3T.

Satu dari empat nota penting yang dipertukarkan di hadapan kedua kepala negara adalah dokumen kerja sama ini, yang mencakup:

  • Kerja sama pendidikan tinggi antara RI-Rusia
  • Koperasi transportasi antara negara
  • Partnership di Internet dan Media Massa
  • Nota kesepakatan investasi antara Badan Pengelola Investasi DANANTARA dan mitra Rusia

Penandatanganan Deklarasi Kemitraan Strategis antara Indonesia dan Rusia merupakan tonggak penting dalam hubungan kedua negara dalam menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi digital global.

“Diplomasi digital Indonesia kini bergerak nyata. Kami ingin hasil konkret yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain aktif dalam lanskap digital dunia,” tegas Meutya Hafid.

Konvensi ini berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang secara otomatis, menciptakan fondasi jangka panjang untuk transformasi digital Indonesia yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today