Cak Imin Menyoroti Kasus Kekerasan Seksual dan Mengatakan Banyak Pesantren Palsu di Jabar

Abdul Muhaimin Iskandar, yang juga dikenal sebagai Cak Imin, berbicara tentang banyaknya pesantren palsu yang ada di Jawa Barat. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 23 Second

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, yang juga dikenal sebagai Cak Imin, berbicara tentang banyaknya pesantren palsu yang ada di Jawa Barat.

Pernyataannya itu tepat karena fakta bahwa banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi di pesantren-pesantren di Jawa Barat.

“Ini buanyak pesantren palsu dan terbanyak di Jawa Barat ini,” kata Cak Imin saat membuka International Conference of the Transformation of Pesantren di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, disiarkan langsung oleh kanal YouTube PKB, Selasa (24/6/2025) malam.

Tegasnya, kasus kekerasan seksual sangatlah mencoreng nama pesantren. Oleh karena itu, Cak Imin dengan yakin menyebut pesantren dengan kasus kekerasan seksual terbukti sebagai “pesantren palsu”.

Cak Imin mengklaim akan melakukan razia di pesantren, termasuk di Jabar, untuk mengurangi kasus kekerasan seksual.

“Saya sudah bentuk satuan tugas khusus menangani kekerasan seks di pesantren ini dengan menunjuk satuan tugas yang dipimpin oleh Bu Nyai Hindun Anisah,” ujar Cak Imin.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyatakan bahwa, bersama dengan perundungan dan intoleransi, kekerasan seksual merupakan salah satu pelanggaran terbesar di pesantren.

Cak Imin mengklaim akan melakukan razia di pesantren, termasuk di Jabar, untuk mengurangi kasus kekerasan seksual. (Sumber Foto : Tribunews.com)

“Yang kedua, dosa besar, kekerasan seksual,” ujar Cak Imin.

Sebagai informasi, Konferensi Internasional tentang Perubahan Pesantren (ICTP) diadakan di Hotel Sahid, Jakarta, pada 24-26 Juni 2025.

Forum International Conference on the Transformation of Pesantrens (ICTP) itu mengundang 300 perwakilan pesantren.

Cak Imin mengharapkan dua rekomendasi utama dari forum tersebut.

Pertama, sistem dan cara kerja pesantren diperbaiki, yang selama ini dianggap sulit untuk disesuaikan dengan dunia modern.

Kedua, konferensi akan memberikan saran kepada pemerintah tentang cara memperbaiki pesantren. Ini dapat mencakup revisi UU Pesantren dan Pendidikan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today