Pertamina, Sahabat Disabilitas Tampil di Pameran Dunia 2025 Osaka

enam rekan difabel melalui PT Pertamina Internasional EP (PIEP) dan menampilkan budaya batik binaan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) di World Expo 2025 Osaka (Sumber Foto : casaindonesia.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

Dengan melibatkan enam rekan difabel melalui PT Pertamina Internasional EP (PIEP) dan menampilkan budaya batik binaan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) di World Expo 2025 Osaka, yang berlangsung dari 2 hingga 6 Juli 2025, Pertamina menunjukkan komitmennya untuk mendukung perempuan dan penyandang disabilitas.

Menurut Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication Pertamina, Pertamina terus mendorong seluruh grup perusahaan untuk terus berkomitmen pada pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas.

“Pertamina memberikan pelatihan seni budaya dan kesempatan bagi sahabat difabel untuk belajar serta berprestasi di tingkat nasional maupun global,” katanya dalam siaran pers, Rabu (2/7/2025).

Fadjar menyatakan bahwa komitmen Pertamina terhadap keberlanjutan yang inklusif ditunjukkan dengan partisipasi anggota kelompok disabilitas ini.

“Melalui keikutsertaan ini, sahabat disabilitas Pertamina tidak hanya tampil, tetapi juga tumbuh dan berprestasi,” ujarnya.

Fadjar menyatakan bahwa inisiatif Pertamina ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama tujuan keempat (Pendidikan Berkualitas) dan ke-10 (Mengurangi Ketimpangan).

Pada acara tersebut, penyandang tuna grahita dan down syndrome Dina Puspita Yulistiawati (20) dengan percaya diri membawakan Tari Mappadendang dari Sulawesi Selatan.

Komitmen Pertamina terhadap keberlanjutan yang inklusif ditunjukkan dengan partisipasi anggota kelompok disabilitas ini. (Sumber Foto : Pertamina)

“Aku senang banget bisa nari di Jepang!” ucap Dina dengan antusias.

Selain seni tari, Pertamina juga mengkampanyekan inklusi melalui karya Sri Sulastri, seorang pembatik difabel tuna wicara dari kelompok Sriekandi Patra dari Boyolali, Jawa Tengah.

Sri membatik secara langsung di panggung Paviliun Indonesia, menunjukkan bahwa kemampuan tidak terbatas pada fisik.

Dibangun oleh PPN Regional Jawa Bagian Tengah, kelompok Sriekandi Patra membuat banyak motif batik, salah satunya adalah Lembu Patra yang terkenal, terinspirasi dari sapi Boyolali yang dianggap sebagai simbol kesejahteraan.

Motivasi Lembu Patra telah diakui sebagai HAKI oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada 2019. Saat ini, motif ini dipromosikan oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali sebagai buah tangan khas.

Kelompok tari Sahabat Istimewa juga telah mencapai banyak prestasi, salah satunya adalah meraih penghargaan Indonesia CSR dan SDGs Awards 2024.

Sementara itu, Kelompok Sriekandi Patra berhasil meraih penghargaan emas internasional di CSR Excellence Awards London 2024 untuk kategori Kesempatan Sama dan Global CSR Awards 2023 untuk kategori Program Komunitas Terbaik.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today