Co-pilot Pesawat Latih yang Mengalami Kecelakaan di Ciampea Kondisinya Semakin Membaik

Co-pilot dalam peristiwa kecelakaan udara yang terjadi pada hari Minggu pagi berhasil selamat. (Source: Bogor-kita.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 37 Second

Dalam peristiwa kecelakaan udara yang terjadi pada hari Minggu pagi, 3 Agustus 2025, di kawasan Ciampea, Kabupaten Bogor, Roni, selaku co-pilot pesawat latih sipil dengan jenis Microlight Fixed Wing Quicksilver GT500 yang dimiliki oleh Federasi Aero Sport Indonesia atau FASI, diketahui berhasil selamat.

Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, selaku Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara atau AU, mengungkapkan bahwa saat ini kondisi dari co-pilot Roni tengah berangsur membaik.

Dalam peristiwa kecelakaan udara tersebut, Roni dikabarkan mengalami luka ringan, yang di mana saat ini ia tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Udara M. Hassan Toto, Lanud Atang Sendjaja, Bogor.

Peristiwa kecelakaan udara ini mengakibatkan tewasnya Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto, selaku pilot di dalam pesawat tersebut. (Source: RRI/jack)

“Alhamdulillah, kemarin hanya lecet-lecet saja. Masih dirawat di Rumah Sakit Hasan Toto Lanud Atang Sanjaya. Kemarin dia sudah sadar, cuma masih trauma dengan kejadian tersebut,” ujar Nyoman saat dihubungi, hari Senin, 4 Agustus 2025, dikutip dari Tempo.co.

Dilansir dari Tempo.co, ketika tengah menjalankan misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara, pesawat yang memiliki nomor registrasi PK-S126 tersebut kecelakaan.

Peristiwa kecelakaan udara ini mengakibatkan tewasnya Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto, selaku pilot di dalam pesawat tersebut, pada saat setelah dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit.

Nyoman menyampaikan bahwa co-pilot di dalam pesawat tersebut merupakan anggota dari komunitas penerbang FASI, bukan dari TNI.

“FASI itu kan banyak yang ikut terbang dari komunitas. Kopilot ini terwadahi di situ,” kata dia, dilansir dari Tempo.co.

Dikabarkan bahwa TNI AU sampai dengan saat ini masih melakukan penelusuran terkait penyebab kecelakaan yang membuat pesawat tersebut jatuh setelah terbang dari Lanud Atang Sendjaja pada pukul 09.08 WIB, dan hilang kontak pada sekitar pukul 09.19 WIB sebelum berhasil ditemukan di sekitar TPU Astana, Ciampea.

Kini, jenazah Marsma TNI Fajar tengah berada di RSAU Lanud Atang Sendjaja. Sedangkan untuk titik lokasi dari jatuhnya pesawat tersebut saat ini telah diamankan oleh aparat dan dipasangkan garis pengaman.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today