Tengah menjadi salah satu tren global saat ini, Japanese walking atau yang biasa dikenal dengan sebutan Interval Walking Training (IWT), merupakan sebuah metode jalan kaki interval yang dilakukan dengan cara berganti-ganti kecepatan, baik lambat maupun cepat.
Awalnya, Japanese walking merupakan hasil pengembangan dari peneliti asal Jepang yang kemudian menjadi populer setelah dilakukan oleh Eugene Teo, seorang kreator konten yang berasal dari Australia.

Dilansir dari Tempo.co, melalui kontennya di media sosial, Teo berhasil mengubah latihan ini menjadi lebih sederhana, yang di mana kontennya itu telah disaksikan sebanyak puluhan juta kali.
“Orang-orang tidak suka jargon kebugaran, istilah ilmiah, dan jika saya ingin memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia… saya ingin membuat saran kebugaran dan jargon ilmiah lebih mudah diakses,” katanya, dilansir dari LA Times, dalam laman Tempo.co.
Berdasarkan informasi dalam laman Healthline yang dikutip dari Tempo.co, Japanese walking merupakan sebuah metode yang prosesnya terdiri dari berjalan cepat selama tiga menit (dengan intensitas kurang lebih 70 persen dari kapasitas maksimal), kemudian diiringi berjalan lambat yang dilakukan selama tiga menit (kurang lebih 40 persen kapasitas).
Lakukan proses tersebut sebanyak lima kali sampai total durasi latihan mencapai selama 30 menit. Healthline juga memberikan saran agar dapat melaksanakan Japanese walking sebanyak lima kali dalam satu minggu.
Diketahui bahwa terdapat sebuah studi awal yang melakukan pengujian terhadap metode tersebut kepada lebih dari 200 orang dewasa yang memiliki usia rata-rata 63 tahun.
Ditemukan hasilnya bahwa secara signifikan, Japanese walking lebih baik dibandingkan jalan kaki dengan kecepatan biasa dalam hal untuk melakukan perbaikan terhadap sejumlah masalah kesehatan, misalnya tekanan darah, kadar gula darah, indeks massa tubuh atau IMT, kebugaran jantung dan paru-paru, serta kekuatan otot yang menopang keseimbangan.





