Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Dinaikkan Menjadi Awas Usai Adanya Peningkatan Aktivitas Kegempaan

Status Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur telah ditingkatkan Badan Geologi Kementerian ESDM menjadi Level IV (Awas). (Source: Ilustrasi/AFP/ARNOLD WELIANTO via CNNIndonesia.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 55 Second

Sejak pukul 08.00 Wita, pada hari Sabtu, 16 Agustus 2025, status Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terletak di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah ditingkatkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM menjadi Level IV (Awas).

“Hasil analisa visual dan instrumental menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Api Lewotobi Laki-Laki meningkat,” kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam keterangannya, hari Sabtu, 16 Agustus 2025, dikutip dari Tempo.co.

Kenaikan status terhadap Gunung Lewotobi Laki-Laki ini dilakukan setelah adanya peningkatan aktivitas gempa tremor non-harmonik serta gempa vulkanik yang terjadi sejak 8 Agustus 2025 sampai dengan 15 Agustus 2025.

Kenaikan status ini dipicu setelah adanya peningkatan aktivitas gempa tremor non-harmonik serta gempa vulkanik sejak seminggu terakhir. (Source: Ilustrasi/Dok. CNBC Indonesia TV)

“Berdasarkan catatan sebelumnya, erupsi eksplosif biasanya diawali oleh peningkatan aktivitas dalam waktu singkat. Karena itu perlu diwaspadai jika terjadi kenaikan gempa vulkanik dalam dan tremor non-harmonik,” katanya, dilansir dari Tempo.co.

Mengutip Tempo.co, berdasarkan data kegempaan pada tanggal 8 hingga 15 Agustus 2025 yang telah dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG Badan Geologi, dilaporkan bahwa Gunung Lewotobi Laki-Laki sudah mengalami tujuh kali gempa letusan, empat kali gempa guguran, dan 40 kali gempa embusan.

Kemudian, gunung api itu juga sudah tiga kali gempa tremor harmonik, 182 kali gempa tremor non-harmonik, 42 kali gempa low frequency, 24 kali gempa vulkanik dalam, empat kali gempa tektonik lokal, serta 57 kali gempa tektonik jauh.

Wafid mengungkapkan bahwa menurut informasi yang tercatat dalam data tersebut, terlihat adanya kenaikan yang terjadi secara bertahap pada kedalaman dangkal.

Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi indikasi yang memperlihatkan bahwa terdapat tekanan yang tengah terhambat di dalam gunung ini. “Jika tekanannya tinggi dapat memicu erupsi eksplosif,” katanya, dalam laman Tempo.co.

Dilansir dari Tempo.co, para warga serta pengunjung maupun pendaki yang lokasinya tengah berada di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki, telah diberikan larangan untuk tidak melakukan aktivitas apapun di dalam jarak 6 kilometer dari puncak kawah.

Lalu, untuk para warga yang tinggal di daerah rawan bencana juga diimbau untuk tetap waspada akan adanya potensi banjir lahar ketika terjadinya hujan lebat.

“Terutama di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki, seperti di Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen,” ujarnya, dikutip dari Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today