Dilaporkan bahwa beberapa waktu lalu pihak Kepolisian Resor atau Polres Sumedang berhasil membekuk seorang pria yang mengaku jika dirinya adalah dukun yang memiliki kemampuan untuk menggandakan uang secara gaib.
Ajun Komisaris Besar Sandityo Mahardika, selaku Kapolres Sumedang, mengungkapkan bahwa saat ini pria yang mengaku sebagai dukun tersebut telah diamankan serta ditetapkan menjadi tersangka.
“Tersangka berinisial K alias AA ditangkap setelah ada laporan dari korban berinisial YS,” kata Sandityo dalam keterangan tertulis, hari Jumat, 22 Agustus 2025, dikutip dari Tempo.co.

Mengutip Tempo.co, dalam kasus ini, K meminta sejumlah uang kepada korban, yang di mana nantinya ia memberikan janji bahwa uang tersebut bakal dilipatgandakan dalam periode waktu satu minggu.
Kemudian, K memakai uang mainan untuk menipu YS agar korban menjadi semakin tertarik. “Memberikan kesan bahwa tersangka memiliki kekuatan gaib yang dapat menghasilkan uang,” ucap Sandityo, dilansir dari Tempo.co.
Melihat hal tersebut, YS pun menjadi percaya dan memberikan sejumlah uang tunai kepada pelaku sebesar Rp 2.660.000.
“Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, korban tidak pernah menerima hasil yang dijanjikan,” tutur Sandityo, dalam laman Tempo.co.
Dilansir dari Tempo.co, Sandityo menyatakan bahwa akibat perbuatan yang telah dilakukan oleh tersangka, saat ini K dikenakan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Penipuan dan/atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan atas perbuatannya.
“Saat ini ditahan di Polres Sumedang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Sandityo, dikutip dari Tempo.co.
Dikabarkan bahwa dalam proses penyelidikan kasus tersebut, pihak kepolisian berhasil melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti.
Berbagai barang bukti tersebut di antaranya yaitu sebuah peti boks hitam, 980 lembar uang mainan pecahan Rp 100 ribu, dan 100 lembar uang mainan pecahan Rp 50 ribu.
Dengan adanya kasus ini, Sandityo mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya akan hal-hal yang berkaitan dengan iming-iming memperoleh keuntungan dalam waktu yang singkat, serta lebih berhati-hati.






