Seorang Pria yang Menyerang Biarawati Prancis di Israel Telah Diamankan Pihak Berwenang

Pelaku yang terlibat kasus penyerangan seorang biarawati Prancis di Israel telah dibekuk pihak otoritas setempat. (Source: Oposisicerdas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 17 Second

Pada hari Jumat, 1 Mei 2026, seorang pelaku yang terlibat kasus penyerangan terhadap seorang biarawati asal Prancis di Israel berhasil dibekuk oleh pihak otoritas setempat.

Pelaku yang merupakan seorang pria berusia 36 tahun itu terlihat dalam sebuah cuplikan video telah melakukan aksi penyerangan terhadap salah seorang biarawati di Israel.

Pelaku berhasil dibekuk ketika berada di dekat Makam Daud, sisi selatan Kota Tua. (Source: Ilustrasi/Thinkstock via Kompas.com)

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Arab News dalam laman Tempo.co, aksi penyerangan ini adalah insiden terbaru yang menargetkan sejumlah umat Kristen di sekitar Kota Tua Yerusalem.

Pihak kepolisian Israel mengungkapkan bahwa pelaku berhasil dibekuk ketika posisinya tengah berada di dekat Makam Daud, sisi selatan Kota Tua, pada hari Rabu, 29 April 2026 lalu.

“Di kota yang suci bagi orang Yahudi, Kristen, dan Muslim, kami tetap berkomitmen untuk melindungi semua komunitas dan memastikan mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan dimintai pertanggungjawabannya,” klaim pihak kepolisian Israel melalui sebuah unggahan di media sosial, dinukil dari Tempo.co.

Berdasarkan rekaman video yang diperlihatkan oleh pihak kepolisian, terlihat biarawati asal Prancis itu telah mendapati luka memar pada bagian dahinya.

Selain itu, terlihat juga pelaku yang pada saat melancarkan aksinya tengah mengenakan tzitzit, sebuah pakaian dalam berumbai yang dipakai oleh sejumlah pria Yahudi.

Mengutip Tempo.co, Pastur Olivier Poquillon, selaku direktur Sekolah Penelitian Alkitab dan Arkeologi Prancis, mengemukakan bahwa biarawati yang menjadi korban dalam insiden penyerangan tersebut merupakan salah seorang peneliti dari sekolahnya.

Melalui sebuah unggahan di platform media sosial X, Pastur Poquillon menyatakan bahwa insiden penyerangan tersebut adalah “tindakan kekerasan sektarian”.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today