Dalam kasus ledakan yang terjadi di tahun 2020 di pelabuhan Beirut, Lebanon, pejabat setempat mengungkapkan pada hari Selasa, 16 September 2025, bahwa seorang pemilik kapal yang berkaitan dengan peristiwa tersebut berhasil diamankan ketika tengah berada di Bulgaria.
Diketahui bahwa peristiwa ledakan dahsyat itu mengakibatkan tewasnya lebih dari 220 orang, terlukanya sekitar 6.500 orang, serta hancurnya sejumlah bangunan di Beirut.
Mengutip Tempo.co, dari total tiga orang yang tengah dicari oleh Interpol, salah satu di antaranya yaitu Igor Grechushkin.

Dikabarkan bahwa Grechushkin bersama dengan dua orang lainnya masuk ke dalam daftar pencarian Interpol perihal pengiriman amonium nitrat yang meledak di pelabuhan tersebut.
Peristiwa ledakan dahsyat yang berlangsung pada tanggal 4 Agustus 2020 itu menjadi salah satu ledakan non-nuklir paling besar yang pernah terjadi di dunia.
Berdasarkan proses identifikasi yang dilakukan oleh otoritas Beirut, Grechushkin merupakan seorang pria berusia 48 tahun berkewarganegaraan Rusia-Siprus, yang di mana tercatat sebagai pemilik Rhosus, sebuah kapal yang mengangkut amonium nitrat.
“Dia telah ditahan dengan durasi maksimum 40 hari berdasarkan keputusan pengadilan pada 7 September, yang dikonfirmasi melalui proses banding,” kata seorang juru bicara pengadilan kota Sofia, dikutip dari Arab News dalam laman Tempo.co.
Rhosus merupakan sebuah kapal kargo yang memiliki bendera Moldova dengan rute pelayaran dari Georgia menuju Mozambik, yang mana telah diyakini secara luas bahwa kapal ini membawa sejumlah pupuk tersebut ke Beirut pada tahun 2013.
Pada saat setibanya di Lebanon, Rhosus mengalami “kendala teknis”, dan pejabat keamanan setempat menyampaikan bahwa kapal itu disita setelah adanya gugatan yang diajukan kepada pemilik Rhosus oleh sebuah perusahaan di Lebanon.
Kemudian, berdasarkan keterangan dari para pejabat, pihak otoritas pelabuhan langsung membongkar sejumlah muatan yang berisikan amonium nitrat itu serta menyimpannya di dalam gudang pelabuhan.






