Fokus Mengatasi Sampah, Semua Dinas Kota Yogya Diubah Menjadi “Dinas Lingkungan Hidup”

Pemerintah Kota Yogyakarta berkonsentrasi pada pengurangan tumpukan sampah di depo. (Sumber Foto : Kumparan)
0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

Pemerintah Kota Yogyakarta berkonsentrasi pada pengurangan tumpukan sampah di depo. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk berpartisipasi dalam menangani masalah ini.

“Terjemahan lapangannya, semua dinas sekarang adalah ‘Dinas Lingkungan Hidup’. Masing-masing OPD bertanggung jawab mendampingi kelurahan,” kata Kepala Diskominfosan Kota Yogyakarta, Ignatius Trihastono, di Auditorium Magister Manajemen UGM, Kamis (18/9).

OPD Perwakilan Kelurahan

Menurut Trihastono, juga dikenal sebagai Kelik, OPD besar membantu dua kelurahan, sementara OPD kecil membantu satu kelurahan. Sekitar 50 OPD, termasuk kecamatan, mendampingi 45 kelurahan di Kota Yogyakarta.

Salah satu contohnya adalah tugas yang diberikan kepada Diskominfosan di Kelurahan Rejowinangun. “Kemarin kami sudah koordinasi dengan kelurahan, siang ini koordinasi lagi dengan Kemantren Kotagede,” katanya.

Kelik menyatakan bahwa setiap OPD bekerja di luar tupoksi. Mereka harus memastikan bahwa sampah dipilah. Sampah organik basah, seperti sisa makanan, yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, adalah fokus utama.

“Sedangkan organik nonbasah, misalnya sayuran tua yang tidak dimasak, juga ada offtaker yang siap mengambil,” katanya.

Penyebab Sampah

Selasa (16/9) di Yogyakarta, sampah menumpuk di beberapa depo, salah satunya di Brigjen Katamso. Bahkan spanduk bertuliskan “Masyarakat Jogja Menagih Janji” telah dipasang di lokasi tersebut.

Menurut Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, TPST Piyungan hanya dapat menerima 600 ton sampah dari Kota Yogyakarta setiap bulan sejak September, meskipun produksi sampah kota mencapai 300 ton per hari.

“Karena itu kami harus berupaya menghabiskan sampah agar tidak semua dibuang ke Piyungan,” kata Hasto di Kompleks Kepatihan Pemda DIY.

Pilah Sisa Makanan

Hasito menekankan pemilahan makanan sisa. Hampir 100 ton sampah makanan di Kota Yogya setiap hari berasal dari rumah tangga hingga restoran.

“Warga akan dibagikan ember khusus agar sisa makanan tidak tercampur dengan sampah lain,” ujarnya.

Sampah organik basah, seperti sisa makanan, yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, adalah fokus utama. (Sumber Foto : Kumparan)

Petugas akan mengambil sampah makanan langsung dari rumah, dan Satpol PP dan linmas juga ditugaskan untuk mendukung program ini.

“Petugas akan bergerak menjemput sampah organik basah ke rumah warga,” katanya.

Saat ini, kota memiliki 1.200 gerobak sampah yang dilengkapi dengan dua ember berkapasitas 25 kilogram, dan mereka berencana untuk menambah 600 gerobak lagi.

Menurut Hasto, sisa makanan bisa diolah menjadi pakan ternak hingga budidaya maggot. “Ini kondisi darurat, jadi harus dimanfaatkan,” ujarnya.










Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today