Membengkak Sejak Seminggu Terakhir, Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Tujuh Kali Pagi ini

Pada hari Sabtu pagi, Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali erupsi hingga sebanyak tujuh kali. (Source: Ilustrasi/Detik.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG Badan Geologi, pada hari Sabtu pagi, 20 September 2025, Gunung Lewotobi Laki-Laki yang letaknya berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi yang mencapai hingga sebanyak tujuh kali.

Menanggapi peristiwa erupsi yang kerap terjadi selama seminggu terakhir, otoritas Gunung Lewotobi Laki-Laki akhirnya meningkatkan status gunung tersebut dari Level Siaga menjadi Awas.

Diketahui bahwa sebelumnya pada hari Jumat, 19 September 2025, Gunung Lewotobi Laki-Laki sempat mengalami erupsi sebanyak sembilan kali yang berlangsung dari pukul 11.41 WITA sampai dengan pukul 23.37 WITA.

Otoritas Gunung Lewotobi Laki-Laki meningkatkan status gunung dari Level Siaga menjadi Awas. (Source: Ilustrasi/ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Mengutip Tempo.co, dalam sejumlah peristiwa letusan ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki menyemburkan gumpalan abu vulkanik dengan variasi ketinggian yang berbeda-beda, mulai dari yang setinggi 800 meter sampai 6 kilometer meter dari permukaan kawah.

Herman Yosef, selaku salah seorang petugas pos pengawasan Gunung Lewotobi, mengungkapkan bahwa pada hari Sabtu pagi, pukul 09.54 WITA, gunung tersebut kembali meletus.

Dalam letusan yang terjadi pada hari ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki memuntahkan gumpalan abu vulkanik dengan ketinggian yang mencapai hingga 1,2 kilometer.

“Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” katanya dalam laporan resmi, hari Sabtu, 20 September 2025, dikutip dari Tempo.co.

Muhammad Wafid, selaku Kepala Badan Geologi, menyampaikan bahwa pada tanggal 19 September kemarin, gempa frekuensi rendah yang diakibatkan oleh erupsi gunung tersebut jumlahnya megalami peningkatan.

“Diikuti dengan kejadian erupsi dengan tinggi kolom erupsi berkisar 500-1.000 meter. Kemudian pada pukul 21.58 WITA hari mulai terekam erupsi menerus,” kata Wafid, dinukil dari Tempo.co.

Dilansir dari Tempo.co, berdasarkan pantauan deformasi yang telah dilakukan sebelumnya dengan menggunakan tiltmeter, gunung tersebut secara perlahan mulai membengkak sejak seminggu terakhir.

Dengan kondisi yang tengah terjadi saat ini, Wafid mengimbau kepada para masyarakat serta wisatawan yang berkunjung agar tidak mendekati area dengan jarak 6 kilometer serta sektoral barat daya-timur laut 7 kilometer dari pusat erupsi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today