Dikabarkan bahwa akibat kadar karbon dioksida atau CO2 yang terjadi di atmosfer bertambah, membuat ukuran dari sejumlah pohon yang berada di dalam hutan hujan Amazon mengalami peningkatan.
Dipimpin oleh Adriane Esquivel-Muelbert dari University of Cambridge, para peneliti RAINFOR Amazon Forest Inventory Network telah melakukan pengukuran diameter dari sejumlah pohon yang ada di 188 petak dengan rata-rata luas mencapai hingga 12.000 meter persegi di seluruh cekungan Amazon.

Mengutip Tempo.co, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa diameter pohon mengalami kenaikan rata-rata sebesar 3,3 persen di setiap dekade.
“Apa yang kami ikuti adalah suatu ruang di hutan, dan di ruang itu ukuran rata-rata pohon lebih besar, artinya pohon-pohon bisa menyimpan lebih banyak karbon di ruang tersebut dibandingkan di masa lalu,” kata Esquivel-Muelbert, dilansir dari laporan New Scientist, tanggal 25 September 2025, dalam laman Tempo.co.
Menurut para peneliti, pemicu peningkatan pertumbuhan ini diduga akibat meningkatnya kadar CO2, yang di mana memiliki peran sebagai pupuk alami bagi sejumlah pohon tersebut.
Dinukil dari Tempo.co, kondisi ini membuat sejumlah pohon besar tersebut memiliki peran penting terhadap jumlah karbon yang mampu untuk diserap oleh hutan.
“Temuan pentingnya adalah CO2 telah bertindak sebagai pupuk, meningkatkan pertumbuhan pohon, dan dalam banyak hal itu melegakan, karena kayu adalah penyerap karbon yang signifikan secara global,” ujar Peter Etchells dari Durham University.






