Prabowo Menghadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025. (Sumber Foto : Kumparan)
0 0
Read Time:1 Minute, 40 Second

Di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (1/10), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025.

Menurut pengamatan di lokasi, Prabowo, yang mengenakan setelan jas berwarna abu-abu, tiba di lapangan upacara pada pukul 08.00 WIB. Dia didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya, Wamenkomdigi sekaligus Kepala Bakom RI Angga Raka Prabowo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Prabowo Menghadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya. (Sumber Foto : Tangkapan layar Sekretariat Presiden)

Prabowo bertindak sebagai inspektur upacara, dan komandan upacara adalah Kolonel Penerbang Mohammad Amri Taufanny.

Upacara, yang dimulai pukul 07.50 WIB, dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Republik Indonesia Ahmad Muzani, Ketua DPR Republik Indonesia Puan Maharani, dan Wakil Ketua DPD Republik Indonesia Yorrys Raweyai. Upacara dimulai dengan lagu kebangsaan Republik Indonesia.

Ada banyak menteri dari Kabinet Merah Putih yang hadir, termasuk Mensesneg Prasetyo Hadi, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko PMK Pratikno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menag Nasaruddin Umar, Mentan Andi Amran Sulaiman, Menteri Imipas Agus Andrianto, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Mendes Yandri Susanto, Mendag Budi Santoso, Mendagri Tito Karnavian, dan Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Pasukan Hari Kesaktian Pancasila terdiri dari kompi Polwan, kompi Propam Polri, kompi TNI, dan siswa dari Jakarta.

Menurut Surat Edaran Menteri Kebudayaan 8417/MK.L/TU.02.03/2025 tentang Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025, tema yang dipilih untuk upacara tersebut adalah “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya.”

Hari Kesaktian Pancasila diperingati sebagai pengingat peristiwa Gerakan 30 September 1965, atau G30S, di mana tujuh perwira TNI Angkatan Darat dibunuh dan diculik, yang mengubah politik Indonesia.

Di kemudian hari, peristiwa berdarah itu menjadi titik balik bagi rakyat Indonesia untuk mempertahankan Pancasila sebagai ideologi utama mereka dan mencegah penggantinya. 1 Oktober 1965 ditetapkan oleh Presiden Soeharto sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk menunjukkan bahwa Pancasila tetap kuat dan tidak dapat digantikan oleh ideologi lain.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today