Ketika proyek Mass Rapid Transit (MRT) resmi diperluas untuk menghubungkan Jakarta dan Bekasi ke arah timur, warga Bekasi dan Jakarta akan sama-sama menikmati layanan ini.
Pemerintah DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta (Perseroda) berkomitmen untuk membangun Fase 1 Lin Timur–Barat MRT, yang akan dimulai pada tahun 2026 dan akan membentang dari Tomang, Jakarta Barat, hingga Medan Satria, Bekasi.

Jalur sepanjang 24,5 km ini akan memainkan peran penting dalam pembangunan jaringan transportasi massal terintegrasi di wilayah Jabodetabek.
Menurut Farchad Mahfud, Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda), proyek tersebut akan menerima pembiayaan bersama dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Asian Development Bank (ADB).
“Pembangunan MRT lin timur barat dari Tomang hingga Medan Satria rencananya akan mulai dibangun pada 2026, dengan co-financing Japan International Cooperation Agency dan Asian Development Bank,” ujar Farchad dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).
Fasilitas dan Desain
Selain itu, jalur tambahan sepanjang 5,9 kilometer akan dibangun menuju depo MRT di Rorotan, Jakarta Utara.
Pengembangan fasilitas pendukung juga direncanakan untuk meningkatkan aksesibilitas pengguna ke bangunan di sekitar stasiun selain jalur utama.
“Harapannya, kami bisa menghasilkan integrasi antarmoda dengan bangunan di sekitarnya yang pada akhirnya akan mempermudah mobilitas masyarakat di Jakarta, bahkan Jabodetabek,” tutur Farchad.
FArchad menyatakan bahwa desain stasiun Lin Timur–Barat akan lebih efektif dibandingkan dengan tahap sebelumnya.
Dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Deltasari Adipratama, proses penjajakan awal proyek diperkirakan memakan waktu sekitar dua tahun.
Kajian pengembangan lahan di sekitar wilayah proyek akan dilakukan untuk memulai langkah awal tersebut.
Diharapkan bahwa proyek Lin Timur-Barat MRT akan memperkuat integrasi transportasi publik Jabodetabek dan memperluas jangkauan layanan MRT hingga wilayah Bekasi.
Diharapkan dengan jalur ini, mobilitas sehari-hari masyarakat di wilayah penyangga Jakarta akan lebih efisien dan berkelanjutan.





