Rumah Sakit Umum Buleleng Menyimpan Jenazah Lima Wisatawan China yang Tewas dalam Kecelakaan di Jalur Singaraja-Denpasar

Lima jenazah wisatawan China yang tewas dalam kecelakaan minibus yang terjadi pada Jumat di jalur Singaraja-Denpasar. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Lima jenazah wisatawan China yang tewas dalam kecelakaan minibus yang terjadi pada Jumat (14/11/2025) di jalur Singaraja-Denpasar masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng, Bali.

Seluruh korban, yang terdiri dari tiga perempuan dan dua laki-laki, telah menjalani pemeriksaan luar oleh tim forensik RSUD Buleleng.

Setiap korban diterima dalam kondisi sudah meninggal dunia, kata dr. Klarisa, Dokter Forensik RSUD Buleleng. Pemeriksaan luar selesai Jumat kemarin pukul 12.00 Wita.

“Kami.menerima lima jenazah. Tiga orang datang lebih dulu, lalu disusul dua lainnya sekitar. Semua sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di RSUD Buleleng, sehingga langsung kami bawa ke kamar jenazah,” ujar dia, Sabtu (15/11/2025).

Mereka tidak dapat mengetahui apakah para korban meninggal di lokasi kecelakaan atau saat mereka pergi ke rumah sakit. Penanganan masih terbatas pada pemeriksaan eksternal.

“Kami hanya melakukan pemeriksaan luar. Otopsi atau pemeriksaan dalam belum dilakukan karena kami masih menunggu koordinasi dari kepolisian dengan pihak kedutaan,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan bahwa tubuh para korban memiliki banyak luka. Seorang jenazah disebut mengalami luka yang paling parah, tetapi tim forensik tidak dapat mengatakan detailnya.

Para korban meninggal di lokasi kecelakaan atau saat mereka pergi ke rumah sakit. (Sumber Foto : Dok. Polres Buleleng)

“Dari luka-luka luar yang tampak, satu yang terlihat fatal. Namun meski begitu, tetap diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena tidak ada pemeriksaan dalam, kami belum bisa memastikan penyebab kematian kelima korban,” ujarnya.

Hingga saat ini, kelima jenazah masih disimpan di ruang pendingin RSUD Buleleng sementara proses identifikasi dan koordinasi lebih lanjut dilakukan oleh polisi dan Kedutaan Besar China.

Meskipun setiap jenazah ditemukan memiliki paspor, Klarisa menyatakan bahwa identitas resmi para korban masih belum diketahui.

“Identitas kelima jenazah berdasarkan paspornya belum bisa dipastikan karena kami belum menerima informasi resmi dari kepolisian mengenai kecocokan identitas, misalnya apakah jenazah A benar merupakan pemilik paspor A, dan seterusnya,” jelasnya.

Ia juga menyatakan bahwa tim forensik telah memulai proses identifikasi, tetapi mereka gagal karena kekurangan data pembanding.

“Terkait sampai kapan jenazah akan tetap berada di RSUD, kami masih menunggu kepolisian. Pihak kepolisian masih akan berkoordinasi dengan pihak kedutaan,” kata Klarisa.

Sebuah minibus yang membawa rombongan wisatawan asal China telah terjun ke jurang di kawasan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, saat dalam perjalanan menuju Lovina sebelumnya.

Lima penumpang meninggal dunia dan delapan lainnya luka-luka. Polisi masih menyelidiki faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today