Menkomdigi Meminta Operator Percepat Perbaikan Internet Aceh yang Belum 100 Persen

internet Aceh belum pulih sepenuhnya setelah banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

Jaringan internet Aceh belum pulih sepenuhnya setelah banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera, menurut Meutya Hafid, menteri komunikasi dan digital.

Akibatnya, ia meminta operator seluler untuk berkonsentrasi pada pemulihan menara telekomunikasi, yang berfungsi sebagai titik akses nirkabel, stasiun BTS (Base Transceiver Station), dan jaringan internet di wilayah Aceh.

Sejak bencana terjadi, 3.283 BTS, atau sekitar 87,89 persen, telah dipulihkan. (Sumber Foto : Hendra Gunawan/Dit KPM Kemkomdigi)

“Kita nitip nanti tolong (operator seluler) fokus ada daerah-daerah memang yang masih berat, seperti tadi Bener Meriah, Aceh Tamiang, Gayo Lues, untuk kemudian disegerakan,” kata Meutya di halaman kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025).

Lautya mengungkapkan bahwa persentase pemulihan internet di Aceh lebih rendah daripada dua daerah lain, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).

Sejak Senin (15/12/2025), dia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa ada 452 menara BTS di Aceh yang belum pulih sejak 26 November 2025.

Secara keseluruhan, ada 3.735. BTS di daerah tersebut.

Sejak bencana terjadi, 3.283 BTS, atau sekitar 87,89 persen, telah dipulihkan.

“PR kita saat ini untuk Aceh, untuk dua provinsi lainnya sudah stabil. Jadi untuk Aceh ini yang sedang kita giatkan terus,” ucap Meutya.

Sebaliknya, ia menyatakan bahwa ia berterima kasih kepada operator seluler yang telah berusaha memulihkan jaringan.

Tingkat pemulihan itu terus meningkat setiap hari, termasuk di Aceh.

“Kita melihat ada kenaikan yang cukup baik untuk on air BTS di wilayah Aceh. (Sudah) 73 persen (BTS dipulihkan), meskipun ini juga kenaikan tetap harus menjangkau 100 persen. Jadi kita memang terus menggiatkan lagi angka 73 persen ini untuk menyemangati teman-teman (operator) saja, ini kita bisa naikkan, berarti harus bisa lebih naik lagi dalam waktu dekat,” jelas Meutya.

Menurut Nugroho, Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), pemulihan jaringan internet terhambat oleh jaringan listrik yang tidak stabil.

Hasilnya adalah banyak tiang Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang roboh dan belum tersambung kembali.

Selain itu, integrasi dengan pembangkit-pembangkit listrik yang ada masih jauh dari sempurna.

“Sampai saat ini masih ada kurang lebih 4, ya, 4 pembangkit listrik yang masih belum bisa beroperasi secara normal,” beber Nugi.

Selain itu, banyak fiber optic mengalami gangguan, yang menghentikan akses.

“Dan ini tentu perlu dilakukan upaya ekstra. Upaya baik listrik, menggunakan apa itu genset, atau dari sisi transport, apakah kita menggunakan satelit, apakah kita menggunakan jalur baru yang melalui kabel bawah laut. Itu kita lakukan semaksimal mungkin,” tandas Nugi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today