Untuk membantu menangani bencana di Sumatera, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan akan mengirimkan lebih banyak tentara.
Saat ini, 36.636 orang ditugaskan untuk menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Akan ada penambahan personel, yaitu dalam tahap rekonstruksi, rehabilitasi nanti,” ujar Agus dalam konferensi pers perkembangan penanggulangan bencana Sumatera, Jumat (19/12/2025).
Di beberapa wilayah Sumatera yang terkena dampak bencana, anggota militer juga akan ditugaskan untuk membangun jembatan Bailey dan menyediakan hunian tetap dan sementara.
“Kemudian pembersihan lumpur dan kayu. Kemudian normalisasi jalan dan melanjutkan distribusi logistik. Kemudian penanganan kesehatan,” ujar Agus.
Selain itu, TNI telah mengerahkan 84 unit alat utama sistem senjata, juga dikenal sebagai alutsista, untuk tujuan distribusi logistik.
Selain itu, alutsista ditugaskan untuk mengirimkan peralatan pemulihan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) ke daerah yang terkena dampak bencana.
“Membawa tambahan kendaraan kesehatan dan dapur lapangan. Membawa tim nakes dan alat berat, dan membawa beras. Dan logistik yang sudah didistribusi sebanyak 2.428 ton,” ujar Agus.
Lebih dari 1.000 Orang Tewas
Per Rabu (17/12/2025), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa 1.059 orang meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Jumlah itu bertambah dengan penemuan enam mayat, kata Abdul Muhari, kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

“Sehingga rekapitulasi korban meninggal per hari ini berjumlah 1.059. Bertambah enam dari hari kemarin yang berjumlah 1.053 jiwa,” kata Abdul Muhari, dalam konferensi pers secara daring, Rabu.
Korban hilang sebelumnya mencapai 200 jiwa, tetapi sekarang berkurang menjadi 192 jiwa di tiga provinsi.
Saat ini, jumlah pengungsi di wilayah yang terkena dampak bencana sebanyak 577.600 orang, lebih sedikit dari data pada Selasa, 16 Desember 2025, yang berjumlah 606.040 orang.
“Untuk jumlah saudara kita yang masih mengungsi, kemarin total 606.040 jiwa. Hari ini berkurang 28.440 jiwa sehingga total berjumlah 577.600 jiwa. Ini masih terus kita mutakhirkan,” ujar Abdul.





