Kemenhaj Menjamin Hak Jemaah Umrah yang Gagal Terbang ke Jeddah

Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah untuk memastikan bahwa hak jemaah umrah Indonesia yang gagal terbang dipenuhi. (Sumber Foto : Humas Kemenag Sumsel)
0 0
Read Time:1 Minute, 31 Second

Kamis, 25/12/2025, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia bekerja sama dengan Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah untuk memastikan bahwa hak jemaah umrah Indonesia yang gagal terbang dipenuhi.

Menurut Harun Al Rasyid, Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, penundaan jadwal keberangkatan ini disebabkan oleh masalah teknis di pesawat Lion Air.

“Kami terus memantau pemenuhan hak-hak jemaah selama masa penundaan keberangkatan dan telah menginstruksikan Staf Pengawasan Umrah di Jeddah untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan jemaah tertangani dengan baik,” kata Harun dalam keterangan resminya, Sabtu (27/12/2025).

Harun sangat prihatin atas ketidaknyamanan yang dialami jemaah.

“Fokus utama kami adalah memastikan jemaah mendapatkan hak konsumsi dan akomodasi yang layak selama penundaan ini,” ujar Harun.

Harun meminta jemaah umrah yang terdampak dievakuasi dari bandara dan difasilitasi menginap di hotel oleh maskapai setelah melakukan koordinasi intensif dengan Duty Manager Lion Air.

“Jemaah juga dipastikan mendapatkan makanan dan minuman yang layak selama masa penundaan,” tuturnya.

Harun sangat prihatin atas ketidaknyamanan yang dialami jemaah. (Sumber Foto : majalahnurani.com)

Harun juga telah bertemu dengan beberapa jemaah umrah yang ditempatkan di Hotel Waw Jeddah. Muhammad Fachreza Rahman, salah satu pimpinan Travel Ritas Raudah dari Samarinda, Kalimantan Timur, adalah salah satu dari mereka.

“Pihak maskapai juga sudah memastikan bahwa jemaah dijadwalkan akan diberangkatkan kembali menuju Tanah Air pada 27 Desember 2025,” kata Harun.

Harus menasihati para jemaah untuk tetap tenang dan selalu mengikuti arahan yang diberikan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau perusahaan travel masing-masing.

PIU bertanggung jawab untuk memastikan bahwa jemaah dilayani dengan baik dan menerima haknya secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mengimbau seluruh pihak terkait untuk memberikan layanan terbaik bagi tamu Allah agar proses kepulangan berjalan lancar dan aman,” ucapnya.

Sampai seluruh jemaah berhasil diberangkatkan kembali ke Indonesia, kemahaj RI dan KUH KJRI Jeddah akan memantau perkembangan situasi di lapangan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today