Pemerintah Sediakan Anggaran Sebesar 335 Triliun Untuk MBG pada Tahun 2026

(MBG) akan dilaksanakan hingga 2026, dengan anggaran sekitar Rp 335 triliun dialokasikan oleh pemerintah. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilaksanakan hingga 2026, dengan anggaran sekitar Rp 335 triliun dialokasikan oleh pemerintah.

Di Padepokan Garuda Yaksa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan hal tersebut setelah retret kabinet dan Taklimat Awal Tahun Presiden Prabowo Subianto.

Program MBG dapat dianggap berhasil 99,99 persen. (Sumber Foto : Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

“Tahun 2026 yang akan datang sudah dialokasikan kurang lebih Rp335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis,” ujar Prasetyo usai retret kabinet, Selasa.

Selain itu, Prasetyo menyampaikan pesan kepada Prabowo. Dalam pesannya, Presiden meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperbaiki prosedur yang digunakan untuk menjalankan program MBG.

Prasetyo menyatakan bahwa Prabowo berharap program MBG dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh penerima manfaatnya di seluruh Indonesia.

“Beliau (Prabowo) menghendaki untuk disiplin prosedur itu ditingkatkan. Karena menurut catatan dari Kepala BGN di bulan Desember masih ada kurang lebih 15 kejadian, yang Bapak Presiden meminta semaksimal mungkin ini tidak boleh lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” ujar Prasetyo.

Klaim 99 Persen Berhasil

Prabowo menyatakan dalam Taklimat Awal Tahun bahwa program MBG dapat dianggap berhasil 99,99 persen.

Ia berharap program ini terus diperbaiki untuk menghindari kesalahan penerima manfaat.

“Kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik, boleh dikatakan bahwa kita 99 persen berhasil. Jadi saudara tentunya kita harapkan zero defect itu yang harus kita capai,” kata Prabowo.

Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa ia tidak ingin puas dengan cepat atas pencapaian tersebut. Semua kekurangan harus diperbaiki hingga sempurna sepenuhnya.

Dia juga mengakui bahwa program masih memiliki kekurangan dan kesalahan. Pemerintah terus memperbaiki kekurangan tersebut, kata Prabowo.

“Langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan. Tapi intinya adalah bahwa kita intervensi,” tutur Prabowo.

Program MBG, yang pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025, saat ini memiliki 55 juta penerima manfaat.

Prabowo menganggap ini membanggakan karena perkembangan program serupa di negara lain tidak semasif seperti Indonesia.

Ia juga menjelaskan mengapa program MBG sederhana: 1 dari 5 anak di Indonesia masih kekurangan gizi.

Fenomena Ini adalah bentuk manifestasi stunting dan malanutrisi. Anak-anak tersebut sangat lemah karena pertumbuhannya yang tidak normal.

Ia segera mengingat pernyataan Presiden pertama Soekarno, yang mengatakan bahwa orang yang lapar tidak bisa menunggu.

“Saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita, satu ucapan Bung Karno ‘The hungry stomach cannot wait’, perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab, pemimpin yang punya hati, pemimpin yang punya kepedulian harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan,” kata Prabowo.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today