Akibat meningkatnya harga sapi timbang hidup, Asosiasi Pedagang Daging Indonesia atau APDI bakal melakukan mogok jualan yang dimulai pada tanggal 22 Januari hingga 24 Januari 2026 mendatang.
“Akan melakukan aksi berhenti berjualan (mogok dagang) sebagai bentuk protes dan keprihatinan,” kata Ketua APDI Wahyu Purnama melalui keterangan tertulis, hari Senin, 19 Januari 2026, dalam laman Tempo.co.

Mengutip Tempo.co, Wahyu mengungkapkan bahwa aksi mogok jualan ini bakal berlangsung di seluruh pasar serta rumah potong hewan yang berada di wilayah Jabodetabek.
Wahyu menjelaskan bahwa aski ini dilakukan sebagai bentuk jawaban terhadap tindakan pemerintah dalam dua minggu terakhir yang tidak mewujudkan hasil dari rapat yang sebelumnya telah diselenggarakan pada tanggal 5 Januari 2026 lalu.
Dalam rapat tersebut, pemerintah bersama dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian beserta sejumlah instansi, telah mendiskusikan terkait jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup.
Wahyu menyampaikan bahwa harga sapi timbang hidup yang berasal dari feedloter memiliki harga tinggi, sehingga mengakibatkan karkas dari rumah potong hewan juga ikut mengalami kenaikan.
Wahyu menyatakan bahwa pelaksanaan aksi mogok jualan ini berdasarkan hasil aspirasi serta pendapat dari sejumlah anggota APDI bersama dengan masyarakat kelas menengah ke bawah yang terkena dampak akibat kenaikan harga daging sapi.
Dinukil dari Tempo.co, dengan berlangsungnya aksi mogok jualan ini, APDI berharap agar Amran Sulaiman, yang merupakan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional atau BPN, dapat segera mengambil langkah nyata untuk kembali menstabilkan harga daging sapi.
“Untuk hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan UMKM di hilirisasi,” kata Wahyu, dilansir dari Tempo.co.






