Cuaca Buruk, Penduduk Pulau Sakala Sumenep Mengalami Krisis Elpiji, Kembali ke Kayu Bakar

warga Desa Pulau Sakala di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami krisis elpiji. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 50 Second

Cuaca buruk yang mengganggu jalur distribusi laut telah menyebabkan warga Desa Pulau Sakala di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami krisis elpiji sejak sepekan terakhir.

Pulau Sakala, yang berada di bagian paling timur Kabupaten Sumenep, bergantung sepenuhnya pada pasokan listrik dari luar.

Elpiji biasanya diangkut dengan perahu kecil yang disebut “perahu taksian” oleh penduduk setempat. Eva, seorang ibu rumah tangga di Desa Sakala, mengatakan bahwa pasokan listrik ke Pulau Sakala telah terhenti untuk waktu yang cukup lama. Akibatnya, penduduk mulai kesulitan memenuhi kebutuhan makanan mereka setiap hari.

“Sudah hampir dua pekan ini tidak ada suplai elpiji sama sekali ke Pulau Sakala,” kata Eva, Jumat (23/1/2026).

Eva mengatakan bahwa elpiji masuk ke Pulau Sakala sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan dalam kondisi normal.

Namun, cuaca buruk dan gelombang tinggi mencegah perahu taksian berlayar.

“Sekarang benar-benar tidak ada.”

Kembali kayu bakar

Karena kekurangan elpiji, beberapa penduduk harus kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak.

Eva mengatakan bahwa kondisi itu sangat sulit, terutama bagi ibu rumah tangga yang sudah terbiasa menggunakan gas.

“Katanya ada yang sudah pakai (kayu bakar), tapi ya sekarang cari kayu juga tidak semudah dulu,” ungkap dia.

Cuaca buruk dan gelombang tinggi mencegah perahu taksian berlayar. (Sumber Foto : RRI/Ria)

Orang lokal Jana juga mengatakan hal yang sama. Ia menyatakan bahwa sejak sepekan terakhir, elpiji tidak ditemukan di Pulau Sakala.

Sekarang, semua toko yang biasanya menjual elpiji telah ditutup. “Sudah satu minggu ini benar-benar langka, tidak ada elpiji sama sekali di toko,” katanya.

Jana mengatakan bahwa sebagian besar pasokan elpiji ke Pulau Sakala dikirim melalui dua rute, yaitu dari Sumenep dan Banyuwangi.

Cuaca buruk, bagaimanapun, menghentikan kedua jalur itu. Ada sekitar sepuluh toko yang biasa menjual elpiji di Desa Pulau Sakala.

Namun, saat ini semuanya kosong. Jana berharap pemerintah segera menemukan cara untuk mengembalikan pasokan listrik ke tingkat normal.

“Kalau cuaca terus begini, kami berharap ada perhatian khusus supaya kebutuhan elpiji warga tetap bisa terpenuhi,” ungkap Jana.

Selain itu, Jana menjelaskan bahwa dalam situasi normal, perahu taksian khusus yang mengangkut elpiji ke Kecamatan Sapeken biasanya beroperasi tiga kali sepekan: pada hari Sabtu, Senin, dan Rabu.

Hingga saat ini, belum ada yang tahu kapan distribusi gas ke Pulau Sakala akan kembali seperti biasa.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today