BPBD Jakarta Lakukan OMC Melalui Tiga Tahap Penerbangan untuk Mencegah Banjir

Pada hari Selasa, BPBD Jakarta bersama BMKG, TNI AU, dan sejumlah pihak terkait telah melaksanakan OMC. (Source: Merdeka.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 24 Second

Pada hari Selasa, 3 Februari 2026, pihak BPBD Jakarta bekerja sama dengan BMKG, TNI Angkatan Udara, dan sejumlah kementerian maupun lembaga terkait telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca atau OMC.

Dikabarkan bahwa OMC kali ini diselenggarakan melalui tiga tahap penerbangan, yang mana bertujuan agar dapat mencegah potensi hujan ekstrem yang nantinya bisa mengakibatkan bencana banjir di Jakarta.

OMC kali ini digelar melalui tiga tahap penerbangan untuk mencegah potensi hujan ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya. (Source: BPBD.jakarta.go.id)

Mengutip Tempo.co, Isnawa Adji, selaku Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, mengungkapkan bahwa OMC adalah salah satu upaya mitigasi berkelanjutan yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk menangani perubahan cuaca ekstrem.

“Penyemaian awan dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer,” kata Isnawa, hari Rabu, 4 Februari 2026, dilansir dari Tempo.co.

Dilaporkan bahwa OMC kali ini dilaksanakan dengan menggunakan pesawat CASA 212-200 milik TNI Angkatan Udara A-2105 yang berada di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

Pelaksanaan operasi ini dibagi ke dalam tiga tahap penerbangan yang menargetkan berbagai wilayah di sekitar Jakarta.

Dinukil dari Tempo.co, tahap pertama, yakni pada hari Selasa pagi, dilakukan penyemaian awan yang berlangsung di wilayah Kabupaten Bogor.

Proses penyemaian di wilayah tersebut, menargetkan awan stratocumulus, stratus, serta cumulus humilis yang letaknya berada di ketinggian 7.000 sampai 8.000 kaki menggunakan bahan kalsium oksida dengan berat 800 kilogram.

Kemudian, tahap kedua berlangsung pada siang hari di wilayah Selat Sunda dengan menggunakan bahan natrium klorida seberat 800 kilogram di ketinggian 9.100 sampai 9.400 kaki.

Lalu, tahap ketiga dilakukan pada sore hari di wilayah Lebak, Provinsi Banten, dengan menargetkan awan stratocumulus serta cumulus humilis yang terletak di bawah 7.000 kaki memakai bahan kalsium oksida seberat 800 kilogram.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today