Ini Penyebab Harga Bitcoin Turun ke Level Terendah 16 Bulan

warga Bitcoin kembali anjlok hingga sempat turun ke bawah level 73.000 USD. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

Pada hari Selasa, (3/2/2026), waktu setempat, warga Bitcoin kembali anjlok hingga sempat turun ke bawah level 73.000 USD.

Mata uang kripto tertua di dunia telah jatuh ke posisi terendah dalam hampir enam belas bulan terakhir sebagai akibat dari pelemahan ini. Seperti yang dilaporkan CNBC Rabu (4/2/2026), Bitcoin sempat menyentuh level 72.884,38 USD, turun lebih dari 6% dalam satu hari. Ini setara dengan sekitar Rp 1,22 miliar pada kurs 16.750 USD.

Ini adalah level terendah yang telah dilihat sejak 6 November 2024, ketika Bitcoin diperdagangkan di kisaran 68.898 USD, atau sekitar Rp 1,15 miliar.

Harga Bitcoin masih melemah lebih dari 3% pada perdagangan terakhir, yang dimulai sekitar pukul 17.25 waktu AS bagian Timur (ET), di level 75.658,95 USD, atau sekitar Rp 1,27 miliar.

Karena tekanan di pasar kripto, saham perusahaan yang terkait juga terpengaruh. Perusahaan yang dikenal sebagai pengelola treasury Bitcoin, Strategy, menutup sesi perdagangan di Wall Street dengan penurunan lebih dari 4%.

Penyebab penurunan harga Bitcoin

Harga Bitcoin telah turun sekitar 16% selama satu tahun. Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di seluruh dunia, investor terus mengalihkan dana mereka dari aset berisiko, yang mengakibatkan pelemahan ini.

Pada pekan ini, tekanan meningkat setelah penutupan sebagian pemerintahan AS, yang merupakan hasil dari rilis data ekonomi penting yang ditunda.

Bitcoin diperdagangkan di kisaran 68.898 USD, atau sekitar Rp 1,15 miliar. (Sumber Foto : Dok. Bloomberg)

Menurut Rob Hadick, General Partner Dragonfly Capital, keprihatinan pasar diperburuk oleh ketidakpastian regulasi. Dia menyatakan bahwa investor terus mengawasi tekanan likuidasi yang terus memengaruhi pasar aset digital dan upaya legislatif AS untuk menetapkan standar industri kripto.

“Pelemahan Bitcoin tidak tampak dipicu oleh satu faktor tunggal,” ujar Hadick seperti dilansir CNBC.

“Harga kripto dan Bitcoin sejak awal memang volatil, dan kondisi pasar saat ini tidak jauh berbeda.” tambahnya.

Meskipun demikian, Hadick menyatakan bahwa fundamental pasar kripto masih relatif kuat. Ia menyoroti meningkatnya adopsi stablecoin dan aset yang ditokenisasi oleh investor ritel dan institusi.

“Kami melihat prospek jangka menengah hingga panjang tetap konstruktif, seiring pasar terus menyesuaikan diri dan melakukan restrukturisasi,” kata Hadick.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today