Harga Jet F-15EX dari AS Mahal: RI Belum Menyediakan Dana

Pesawat jet tempur F-15EX dari Amerika Serikat masih belum sampai pada tahap pengadaan. (Sumber Foto : Boeing)
0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

Pemerintah mengakui bahwa rencana untuk mendapatkan pesawat jet tempur F-15EX dari Amerika Serikat masih belum sampai pada tahap pengadaan.

Menurut Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, hal ini disebabkan oleh harga pesawat yang dianggap terlalu mahal.

“Perlu kami luruskan bahwa rencana pengadaan F-15EX belum masuk tahap penganggaran. Pemerintah Indonesia meminta penawaran sebagai bagian dari perencanaan,” ujar Rico saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).

“Namun harga yang diajukan dinilai masih terlalu tinggi sehingga belum dapat ditindaklanjuti,” jelas dia.

Rico juga menyatakan bahwa Kementerian Pertahanan tidak memiliki cara lain untuk membagi anggaran.

“Terkait opsi pesawat lain, hingga saat ini belum ada keputusan pengalihan. Seluruh rencana pengadaan alutsista tetap melalui kajian menyeluruh dan keputusan strategis pemerintah,” jelas dia.

Boeing tidak membuat F-15 untuk RI

Produsen pesawat Boeing, yang berasal dari Amerika Serikat, mengumumkan bahwa mereka tidak lagi membuat jet tempur F-15 untuk Indonesia.

Dengan pernyataan ini, kerja sama yang sebelumnya direncanakan sebagai bagian penting dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI telah berakhir.

Kementerian Pertahanan tidak memiliki cara lain untuk membagi anggaran. (Sumber Foto : Boeing)

Pada hari Selasa, 3 Februari 2026, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis dan Strategi Boeing Defense, Bernd Peters, membuat pernyataan tersebut.

“Dalam hal kemitraan (F-15) kami dengan Indonesia, itu tidak lagi menjadi kampanye aktif bagi kami,” kata Peters dilansir KompasTekno dari Reuters.

Seperti yang ditunjukkan oleh pernyataan Bernd Peters bahwa kemitraan F-15 dengan Indonesia “tidak lagi menjadi kampanye yang aktif”, proyek tersebut sudah tidak lagi menjadi prioritas utama di dalam perusahaan Boeing.

Dalam bisnis pertahanan, kampanye adalah upaya terstruktur untuk memenangkan, mengawasi, dan melaksanakan kontrak, mulai dari koordinasi dengan pemerintah, negosiasi harga, dan lobi persetujuan ekspor.

Disebut tidak lagi aktif menunjukkan bahwa Boeing tidak lagi mengalokasikan sumber daya, tim, dan strategi komersial untuk mendorong penjualan F-15 ke Indonesia menjadi kenyataan.

Meskipun frasa tersebut tidak secara eksplisit menyatakan pembatalan, frasa tersebut secara efektif menunjukkan bahwa proyek tersebut tidak sedang berlangsung atau sedang diproses oleh Boeing.

Peter tidak menjelaskan mengapa proyek tersebut dihentikan, dan dia mengarahkan pertanyaan lebih lanjut kepada pemerintah AS dan Indonesia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today