Rencana Pengiriman Pasukan Indonesia ke Gaza Dibahas oleh Hikmahanto

Pandangan Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana tentang rencana pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza. (Sumber Foto : Kumparan)
0 0
Read Time:1 Minute, 31 Second

Pandangan Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana tentang rencana pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza. Pasukan ini dikirim sebagai bagian dari pasukan International Stabilization Force (ISF), yang didirikan oleh Dewan Perdamaian.

Jika Indonesia benar-benar mengirimkan pasukan sekitar 5.000-8.000 ini, menurut Hikmahanto, ada empat hal yang harus dipertimbangkan.

Ketiga, masalah biaya untuk pasukan zeni dan medis ini. (Sumber Foto : Antara)

“Pertama, pasukan yang akan dikirim harus dalam kerangka PBB dengan demikian harus ada mandat dari Dewan Keamanan PBB. Pentingnya mandat dari PBB mengingat Board of Peace versi Presiden Trump berada di luar kerangka PBB,” kata Hikmahanto lewat keterangannya, Selasa (10/2).

Hikmahanto menyatakan bahwa pasukan ini akan mengenakan helm biru atau baret seperti yang digunakan oleh pasukan perdamaian PBB jika ditugaskan oleh PBB.

“Indikasinya para prajurit kita berada di bawah PBB adalah penggunaan baret biru PBB. Bila tidak maka pasukan bentukan BOP,” ucap Hikmahanto.

Hikmahanto menyatakan bahwa pasukan ini akan mengenakan helm biru atau baret seperti yang digunakan oleh pasukan perdamaian PBB jika ditugaskan oleh PBB.

“Hal yang tidak diinginkan adalah pasukan Indonesia melakukan serangan balasan ke Israel karena tidak dapat mengendalikan emosinya. Pada akhirnya Indonesia akan larut dalam perang melawan Israel,” papar Hikmahanto.

Ketiga, masalah biaya untuk pasukan zeni dan medis ini.

“Harus jelas dari mana dan untuk berapa lama dan berapa personel yang akan dikirim. Bila pasukan dikirim dalam kerangka PBB maka anggaran ditanggung oleh PBB,” kata Hikmahanto.

“Bila dalam kerangka BOP, maka anggaran bisa jadi ditanggung oleh Indonesia sendiri,” imbuhnya.

Terakhir, masyarakat Indonesia harus diberi tahu tentang rencana ini. agar publik tidak tertipu dengan misi pasukan ini.

“Jangan sampai publik tidak menyetujui karena menganggap pengiriman pasukan bukan untuk membantu rakyat Palestina dan menjaga gencatan senjata namun justru melegitimasi tindakan Israel untuk mengosongkan Gaza dari rakyat Palestina demi perdamaian bagi Israel yang tidak berujung pada Palestina merdeka,” tutup Hikmahanto.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today