Wakil Presiden Juda: Kami Berkomitmen untuk Meningkatkan Ekonomi ke 5,6% pada Kuartal Pertama

Pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 akan melampaui baseline awal sebesar 5,5%. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 akan melampaui baseline awal sebesar 5,5%.

Untuk mengerek pertumbuhan ke level 5,6 persen, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan beberapa inisiatif untuk meningkatkan belanja dan program perlindungan sosial sedang disiapkan.

“Di kuartal I, baseline kita di bidang keuangan itu 5,5 persen. Kita akan dorong ke 5,6 persen dengan beberapa pengeluaran yang memang bisa dilakukan di kuartal I ini,” kata Juda ditemui dalam Ekonomi Outlook 2026 Jakarta pada Selasa (10/2/2026).

Dia menyatakan bahwa tujuan utama pemerintah adalah mempercepat realisasi belanja negara, yang biasanya lambat pada awal tahun.

Pengeluaran tersebut difokuskan pada bidang-bidang yang memiliki dampak ekonomi yang cepat.

Juda mengatakan bahwa pemerintah masih menggunakan berbagai stimulus konsumsi, seperti diskon transportasi dan bantuan sosial, untuk mempertahankan daya beli rakyat di awal tahun.

“Itu tetap dilakukan. Semua program, kan ada beberapa program perlindungan sosial yang bisa kita lakukan di kuartal I, ya kita lakukan segera,” kata Juda.

Yuda menyatakan bahwa proyeksi awal pertumbuhan kuartal I Kementerian Keuangan adalah 5,5 persen.

Pengeluaran tersebut difokuskan pada bidang-bidang yang memiliki dampak ekonomi yang cepat. (Sumber Foto : Mohammad Yudha Prasetya

Namun, pemerintah berusaha mendorong pertumbuhan di atas angka tersebut dengan meningkatkan stimulus.

Selain itu, kontribusi stimulus terhadap target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 disebutkan dalam uraian tersebut.

Juda mengatakan bahwa kebijakan fiskal yang berbeda diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan sekitar 0,1%.

“Artinya dari baseline 5,5 persen ke 5,6 persen berarti tambahan 0,1. Jadi akselerasinya, tambahan pertumbuhannya, ya 0,1 persen,” ucap dia.

Di tengah tantangan global dan perlambatan permintaan eksternal, pemerintah berharap percepatan belanja dan stimulus konsumsi pada awal tahun ini dapat membantu kinerja ekonomi nasional.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,11% pada tahun 2025, naik dari 5,03% pada tahun 2024.

Pertumbuhan tahunan bahkan mencapai 5,39 persen pada kuartal IV 2025, yang merupakan angka tertinggi sejak kuartal III 2022, melampaui ekspektasi pasar.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan peningkatan investasi dan konsumsi rumah tangga mendorong pertumbuhan.

Dia menyatakan bahwa pada kuartal terakhir 2025, pemerintah membantu menjaga daya beli masyarakat dengan mengeluarkan stimulus fiskal senilai Rp 16,23 triliun.

“Pengeluaran rumah tangga tumbuh 5,11 persen pada kuartal IV 2025, menjadi yang tercepat dalam lebih dari dua tahun,” ujar Amalia dalam rilis BPS pada Senin (5/2/2026).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today