Saat Rumah Silmy Karim Diselidiki oleh KPK

KPK melakukan pemeriksaan di rumah Silmy Karim. (Sumber Foto : Kumparan)
0 0
Read Time:2 Minute, 25 Second

Pada Jumat (5/6), KPK melakukan pemeriksaan di rumah Silmy Karim, mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, di Jalan Brawijaya III Nomor 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Setelah Silmy ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi yang berkaitan dengan proses otorisasi dokumen izin tinggal sementara bagi warga negara asing (WNA), penggeledahan ini dilakukan.

Rumah langsung ditutup rapat dan dijaga ketat oleh personel Brimob setelah penyidik KPK berhasil masuk. (Sumber Foto : Kevin Daniel)

Seberapa lama penggeledahan berlangsung? Apa yang diambil KPK dari sana? Ini adalah ringkasan kumparan.

Pandangan dari Rumah Silmy Karim

Rumah Silmy tampak tenang. Tidak ada yang bergerak di dalamnya, kecuali beberapa penjaga yang berlalu-lalang di area gerbang utama. Garis pembatas atau KPK Line belum dipasang pada saat itu.

Rumah Silmy terdiri dari dua lantai plus basement dari luar. Tembok menjulang tinggi berwarna abu-abu gelap menghubungkan gerbang besi lebar berwarna hitam ke area depannya.

Diawasi ketat oleh Brimob

Penyidik FBI tiba di rumah Silmy sekitar pukul 13.46 WIB. Mereka langsung membuka gerbang depan dan masuk ke dalam rumah, lalu masuk melalui garasi depan.

Polisi mengawasi ketat kedatangan penyidik. Proses penggeledahan diikuti oleh sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap, sekitar satu kompi yang diangkut dengan mobil Brimob.

Pagar rumah langsung ditutup rapat dan dijaga ketat oleh personel Brimob setelah penyidik KPK berhasil masuk.

Penggeledahan Ditutup

Setelah melakukan pemeriksaan kumparan di lokasi pada pukul 19.00 WIB, para penyidik mulai keluar dari rumah dengan membawa sejumlah mobil. KPK terlihat membawa keluar dua mobil sport bermerek Porsche, satu berwarna merah dan satu berwarna abu-abu.

Dua mobil towing digunakan untuk mengangkut mobil sport dan belasan kendaraan roda dua dari rumah tersebut.

Salah satu mobil towing yang baknya terbuka mengangkut tiga unit motor gede (moge) dan delapan unit sepeda, sementara mobil towing lainnya tampaknya ditutup rapat dengan terpal dan mengangkut empat unit moge.

Selain iring-iringan penyidik, anggota Brimob yang sebelumnya melakukan penjagaan ketat di area gerbang juga ditarik mundur dan meninggalkan lokasi.

Disita KPK

  • Barang bukti yang berhasil diambil dari rumah Silmy Karim dijelaskan oleh juru bicara KPK Budi Prasetyo.
  • Barang bukti berikut disita oleh penyidik:
  • Dua mobil sport;
  • 10 kendaraan roda dua, mulai dari Vespa hingga motor gede ;
  • Tujuh jenis sepeda;
  • Beberapa jewelry;
  • Sejumlah uang tunai dalam Rupiah dan valuta asing seperti Dolar AS (USD), Euro (EUR), dan Yen (JPY).

Budi menyatakan bahwa semua barang berharga dan uang tunai yang disita diduga terkait langsung dengan kasus yang sedang diusut oleh KPK.

“Barang bukti yang disita ini diduga terkait atau didapat dari dugaan tindak pidana korupsi pemerasan yang dilakukan tersangka terkait pengurusan izin tinggal sementara WNA,” ujar Budi kepada wartawan.

Setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada awal Juni 2026, kasus yang menjerat Silmy menjadi jelas bagi masyarakat umum. Dalam proses otorisasi dokumen izin tinggal sementara bagi warga negara asing, terjadi pungutan liar. Jika pemohon atau biro jasa tidak menyetorkan uang pelicin, berkas mereka sengaja ditahan dan tidak diproses di sistem.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today