Menurut laporan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, penyintas bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) telah menerima kredit usaha rakyat (KUR).
Berdasarkan data Satgas PRR per 17 Februari, yang dipublikasikan pada 1 Maret 2026, sebanyak 206.705 debitur telah menerima KUR, dengan pokok pinjaman total sebesar Rp 12,23 triliun.
Progres penyaluran KUR sebanyak 111.601 debitur dengan total outstanding Rp 6,02 triliun per 26 Januari hampir dua kali lipat.
Di Aceh, 125.173 debitur memiliki utang Rp 7,38 triliun, Sumut 53.181 debitur memiliki utang Rp 3,06 triliun, dan Sumbar 28.351 debitur memiliki utang Rp 1,79 triliun.
Peningkatan aktivitas usaha mikro kecil menengah (UMKM), termasuk transaksi melalui platform e-commerce, dikaitkan dengan peningkatan penyaluran KUR ini.

Data Satgas per 18 Februari, yang dirilis pada 3 Maret 2026, menunjukkan bahwa transaksi UMKM melalui e-commerce tercatat sebanyak 2.162.858 transaksi dengan 101 produk di Sumbar, 2.173.688 transaksi dengan 631 produk di Sumut, dan 24.841 transaksi dengan 1.396 produk di Aceh.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah memastikan bahwa debitur penyintas bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar akan menerima relaksasi bunga KUR selama dua tahun.
Bagi debitur yang terkena dampak bencana, bunga kredit KUR akan dibebaskan atau menjadi 0 persen pada tahun 2026.
Bunga akan naik secara bertahap menjadi 3% pada tahun 2027, dan pada tahun 2028, kembali normal di 6%.
“Tahun pertama ini bunganya kami nolkan di 2026. Tahun 2027 menjadi 3 persen, dan 2028 kembali ke 6 persen,” ujar Airlangga dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (4/3/2026).
Sementara itu, Muhammad Tito Karnavian, Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, menyatakan bahwa sektor UMKM dan aktivitas jual beli di pasar merupakan komponen penting dalam pemulihan ekonomi penyintas bencana.
“Pasar dan UMKM merupakan indikator penting pergerakan ekonomi daerah. Ketika keduanya kembali hidup, maka harapan pemulihan ekonomi masyarakat semakin nyata,” kata Tito saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026).






