Pada hari Jumat, 3 April 2026 lalu, telah terjadi sebuah insiden keracunan makanan yang dialami oleh 72 siswa di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, usai mengonsumsi hidangan makan bergizi gratis atau MBG.
Menanggapi insiden keracunan yang telah menimpa puluhan siswa di wilayah tersebut, Federasi Serikat Guru Indonesia atau FSGI menekan pemerintah agar melaksanakan proses evaluasi secara menyeluruh terhadap program MBG.

Mengutip Tempo.co, Retno Listyarti, selaku Ketua Dewan Pakar FSGI, mengungkapkan bahwa selama ini pemerintah sering kali menilai keberhasilan program MBG berdasarkan tingginya angka penerima manfaat.
Tetapi, pemerintah luput untuk melakukan perhitungan terkait sejumlah kasus keracunan MBG yang telah menimpa ribuan siswa di Indonesia.
”Pemerintah abai menganalisis saat ada kasus keracunan MBG, padahal angka keracunan justru menunjukkan masalah yang semakin serius”, ujar Retno dalam siaran pers, hari Minggu, 5 April 2026, dilansir dari Tempo.co.
Dikabarkan bahwa Retno sangat menyesalkan insiden keracunan makanan yang dialami oleh puluhan siswa di Jakarta Timur baru-baru ini.
Retno menyampaikan bahwa insiden keracunan ini telah menambah daftar panjang kasus keracunan makanan program MBG yang telah terjadi selama ini.
Retno menyebut, pada bulan Februari 2026, terdapat 1.920 orang yang telah mengalami keracunan makanan program MBG, sementara pada bulan Januari 2026 sebanyak 2.835 orang.
Fahriza Marta Tanjung, selaku Ketua Umum FSGI, menilai bahwa insiden keracunan makanan program MBG yang terjadi berulang kali ini menjadi indikator adanya permasalah dari berbagai aspek, baik itu pengawasan, kualitas makanan, kebersihan, ataupun distribusinya.
Dinukil dari Tempo.co, FSGI kembali mengingatkan bahwa penurunan persentase insiden keracunan makanan program MBG yang terjadi dalam 1 atau 2 bulan terakhir bukan dikarenakan adanya perbaikan, namun karena libur Ramadan serta libur Idul Fitri.
“Fakta bahwa secara rata-rata kondisi justru memburuk. Jika tidak ada perbaikan menyeluruh, risiko ini bisa terus berulang dan semakin besar,” kata Fahriza, dalam laman Tempo.co.





