Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Kantor Berita Mahasiswa Iran, Amir Hossein Daneshkuhan, selaku Direktur Jenderal Yayasan Veteran dan Martir Alborz, mengungkapkan bahwa total korban dalam insiden penyerangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) bersama dengan Israel ke Jembatan B1 di Karaj, Iran, telah mengalami peningkatan hingga mencapai 13 orang.
Informasi terkait peningkatan jumlah korban tewas akibat serangan AS dan Israel di wilayah tersebut disampaikan pada hari Sabtu, 4 April 2026.

“Jumlah orang kehilangan nyawanya dalam serangan Amerika-Israel di Jembatan B1 di Provinsi Alborz telah meningkat menjadi 13 orang,” ujar Daneshkuhan dalam laman Anadolu, dilansir dari Tempo.co.
Mengutip Tempo.co, menurut informasi yang dilaporkan oleh media, insiden penyerangan yang telah menghantam sebuah jembatan di jalan raya Provinsi Alborz, Iran utara, dikabarkan berlangsung pada hari Kamis pagi, 2 April 2026 lalu.
Berdasarkan pemberitaan yang dipublikasikan oleh Kantor Berita Fars, akibat insiden penyerangan ini terdapat sejumlah orang yang menjadi korban luka, dan jembatan tersebut dilaporkan telah mengalami berbagai kerusakan.
Di dalam laporan tersebut juga menyebutkan bahwa sering kali pihak militer AS melancarkan serangan double tap ke wilayah Iran.
Dinukil dari Tempo.co, serangan double tap merupakan serangan dua kali ke lokasi yang sama secara berturut-turut, yang mana biasanya dilakukan untuk memaksimalkan korban tewas, khususnya dari kalangan warga sipil.
Dilaporkan bahwa insiden ini menjadi peningkatan konflik terbaru dalam peristiwa penyerangan yang berlangsung sejak akhir bulan Februari 2026.
Ketika itu, AS bersama dengan Israel telah melancarkan sejumlah serangan udara ke wilayah Iran hingga mengakibatkan tewasnya lebih dari 1.340 orang, yang mana meliputi di antaranya adalah pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei.





