SKK Migas Sebut Bakal Ada Dua Pabrik LPG Baru yang Mulai Dioperasikan Pada Akhir Bulan

SKK Migas sebut pada akhir bulan April 2026 bakal ada dua pabrik LPG baru yang mulai dioperasikan. (Source: Ilustrasi/Dok. Badak LNG)
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Djoko Siswanto, selaku Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas, mengumumkan bahwa pada akhir bulan April 2026 mendatang bakal terdapat dua pabrik Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang mulai dioperasikan.

Djoko mengungkapkan bahwa kedua pabrik LPG baru itu masing-masing lokasinya berada di wilayah Cilamaya, Jawa Barat serta Tuban, Jawa Timur.

“Lebih kurang 200 metrik ton per hari (perkiraan produksi), April ini bisa diresmikan,” ucap Djoko ketika menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, hari Rabu, 8 April 2026, dikutip dari Tempo.co.

Kedua pabrik LPG baru ini masing-masing berada di wilayah Cilamaya, Jawa Barat dan Tuban, Jawa Timur. (Source: Ilustrasi/Detik.com)

Dilansir dari Tempo.co, dalam pertemuannya bersama dengan Komisi XII DPR RI, Djoko memaparkan rincian data dari kedua pabrik LPG baru itu.

Laporan itu memperlihatkan bahwa LPG Plant Cilamaya yang didirikan oleh PT Energi Nusantara Perkasa diestimasikan mampu untuk memproduksi sebanyak 163 metrik ton per harinya.

Sedangkan untuk LPG Plant Tuban yang didirikan oleh PT Sumber Aneka Gas diestimasikan mampu memproduksi sebanyak 30 metrik ton per harinya.

Selain dua pabrik LPG baru ini, Djoko menyampaikan bahwa pada kuartal II 2027 mendatang, pihaknya berencana bakal mengoperasikan LPG Plant Jambi Merang yang lokasinya berada di wilayah Jambi, yang mana kapasitas produksinya diperkirakan mencapai 320 metrik ton per hari.

Kemudian, LPG Plant Senoro yang berada di wilayah Sulawesi Tengah juga bakal dimulai proses pembangunannya pada bulan Mei 2026 mendatang, yang mana pabrik ini diestimasikan dapat memproduksi hingga 54 metrik ton per harinya.

“Insya Allah bapak presiden juga direncanakan untuk meresmikan pabrik-pabrik LPG ini,” kata Djoko, dalam laman Tempo.co.

Dikabarkan bahwa kebutuhan LPG dalam negeri saat ini mayoritas masih mengandalkan impor, walaupun terdapat penambahan produksi dalam negeri.

Mengutip Tempo.co, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisja, selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menyatakan bahwa kebutuhan LPG nasional pada tahun 2025 lalu, per harinya mencapai hingga sebanyak 25 ribu metrik ton.

“Dengan adanya kendala di Selat Hormuz, maka negara-negara selain dari Timur Tengah menjadi alternatif paling dominan untuk importasi LPG di tahun 2026,” ungkap Rizwi, dinukil dari Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today