Dikabarkan bahwa telah terjadi sebuah peristiwa cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas sedang-tinggi beserta angin kencang yang telah melanda wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Akibat dampak dari peristiwa cuaca ekstrem yang berlangsung pada hari Selasa, 14 April 2026 itu, berbagai titik di sejumlah kecamatan mengalami tanah longsor.

Haris Martapa, selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem ini telah memberikan dampak yang cukup signifikan di beberapa wilayah di lereng Gunung Merapi.
Mengutip Tempo.co, sejumlah wilayah yang terdampak paling parah akibat cuaca ekstrem ini di antaranya meliputi Kecamatan Pakem, Kecamatan Cangkringan, hingga Kecamatan Tempel.
“Hujan intens disertai angin kencang mengakibatkan beberapa titik longsor, yang sebagian mengganggu akses jalan,” kata Haris, pada hari Selasa malam, dilansir dari Tempo.co.
Pada saat setelah peristiwa cuaca ekstrem itu berlangsung, pihak petugas gabungan bersama dengan masyarakat setempat langsung melaksanakan sejumlah upaya penanganan serta pembersihan di berbagai jalan agar dapat kembali dilalui oleh kendaraan.
Haris menyampaikan bahwa sampai saat ini, tidak ada laporan mengenai korban luka maupun jiwa akibat dampak dari peristiwa cuaca ekstrem tersebut.
Warjono, selaku Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, telah memberikan imbauan terkait cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang-tinggi yang diiringi oleh kilat beserta angin kencang dalam minggu ini di beberapa wilayah di Sleman, meliputi Moyudan, Minggir, Depok, Berbah, Prambanan, serta Kalasan.
Dinukil dari Tempo.co, dampak cuaca ekstrem ini juga diprediksi bakal meluas ke sejumlah wilayah, seperti Gamping, Godean, Seyegan, Mlati, Ngemplak, Ngaglik, Sleman, Tempel, Turi, Pakem, hingga Cangkringan.
Tidak hanya di Kabupaten Sleman saja, kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan bisa melanda ke sejumlah wilayah lainnya di Yogyakarta, meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Bantul, hingga Gunungkidul.






