Kembali Alami Erupsi, Gunung Lewotobi Laki-laki Muntahkan Kolom Abu Vulkanik Setinggi 1.200 Meter

Pada hari Rabu, telah terjadi peristiwa meletusnya Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT. (Source: Ilustrasi/Dok. PGA Lewotobi Laki-laki)
0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

Pada hari Rabu, 22 April 2026, telah terjadi sebuah peristiwa meletusnya Gunung Lewotobi Laki-laki yang lokasinya berada di bagian tenggara Pulau Flores, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur atau NTT.

Dalam peristiwa erupsi kali ini, Gunung Lewotobi Laki-laki dilaporkan telah memuntahkan kolom abu vulkanik yang ketinggiannya diperkirakan mencapai hingga 1.200 meter di atas puncak kawah.

Dilansir dari Tempo.co, Bramantya Aji Putra, selaku petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, mengungkapkan bahwa kolom abu vulkanik yang telah dimuntahkan itu memiliki warna kelabu dengan intensitas tebal serta terpantau bergerak ke arah barat daya dan barat.

Gunung Lewotobi Laki-laki dilaporkan telah memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 1.200 meter di atas puncak kawah. (Source: Ilustrasi/Dok. PVMBG)

“Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 5,9 milimeter dan durasi 227 detik,” ujar Bramantya melalui laporan untuk Badan Geologi, dikutip dari Tempo.co.

Dilaporkan bahwa sampai dengan Rabu dini hari, Gunung Lewotobi Laki-laki dikabarkan telah mengalami erupsi sebanyak lima kali.

Total dalam satu minggu terakhir, Gunung Lewotobi Laki-laki dikabarkan telah mengalami peristiwa erupsi sebanyak 11 kali.

Sampai saat ini, gunung yang memiliki tipe stratovolcano itu dilaporkan telah mengalami erupsi sebanyak 41 kali sejak awal tahun 2026.

Hal tersebut membuat Gunung Lewotobi Laki-laki menempati posisi keempat dalam daftar gunung api paling aktif di Indonesia.

Lana Saria, selaku Plt. Kepala Badan Geologi, menyampaikan bahwa saat ini status Gunung Lewotobi Laki-laki berada di Level II atau Waspada.

Menanggapi insiden tersebut, Lana pun memberikan imbauan kepada masyarakat maupun pendaki yang berada di sekitar area gunung agar tidak mendekati pusat erupsi dalam jarak empat kilometer.

“Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan pemda serta tidak memercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” ungkap Lana, dalam laman Tempo.co.

Mengutip Tempo.co, Badan Geologi juga meminta agar masyarakat selalu mewaspadai potensi terjadinya banjir lahar, khususnya ketika hujan deras di sejumlah wilayah sungai yang berhulu di puncak gunung.

Dikabarkan bahwa sejumlah wilayah yang dilewati aliran sungai tersebut di antaranya meliputi Padang Pasir, Nurabelen, Hokeng Jaya, Nawakote, Klatanlo, Dulipali, Boru, serta Nobo.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today